Saya tertarik untuk mencoba SE k770i karena kamera 3.2mp nya yang dilengkapi dengan autofokus dan modus makro. Di samping itu harganya juga cukup masuk akal. Namun sayang seri ini baru men-support jaringan 3g aja, belum 3.5g. tapi tak apalah. Toh jaringan 3,5g yang disajikan operator lokal masih belum begitu kuat dan merata.
Saya memilih k770i yang berwarna casing coklat tua. Bodinya cukup enak dipegang karena tekstur permukaannya tidak licin. Sayang tutup casing bagian belakangnya terasa agak kurang rapet (mungkin karena sistem pengunciannya yang gak sempurna), jadi tiap dipegang rasanya 'kriyet-kriyet' gitu. Layarnya secara fisik kucil, kayaknya nggak nyampe 2 inchi, meski resolusinya udah 240x320pixels. Soal tampilan layar sih gak ada masalah : jernih banget. Yang menyebalkan ya satu tadi itu : besaran penampangnya yang kucil. menu-menunya rasanya gak jauh ama k610i yang pernah saya pake sebelumnya. Walopun katanya tipe ini udah support theme dengan menu flash, nyatanya untuk menginstall flash-nya nggak segampang itu, harus pake software tertentu yang ngonekinnya kudu sambil pejet tombol C.....huhuhu..dan sialnya entah kenapa k770i saya sampe sekarang belum berhasil juga konek dalam mode fsx....jadi belum berhasil juga install theme dengan menu flash...hiksssss....di luar theme flash itu rasanya bener-bener sami mawon ma k610i...jadi ya rasanya kayak gak ada yang baru...kemampuan di banyak sisi juga mirip banget ma k610i...salah satu pembeda terbesar tentunya adalah kameranya. Berbekal imbuhan 'cybershot' k770i mustinya sih cukup berdaya dalam hal jepret menjepret foto. Hasil fotonya memang lumayan bagus. Modus makro-nya juga lumayan banget untuk ukuran kamera ponsel, bisa motret tulisan jarak dekat dengan cukup bagus. Flash-nya juga lumayan kuat. Hal yang sangat mengecewakan di sisi imaging adalah video recorder-nya yang hanya mampu merekam video dengan resolusi maximal 176x144pixels. Basi banget secara rata-rata ponsel nokia udah bisa merekam video sampe paling nggak 24-x320pixels. Nokia 3120classic yang harganya lebih murah dari k7701kira-kira 500an ribu aja bisa merekam video hingga resolusi 620x480pixels.
Dari sisi aplikasi java juga masi mirip aja ama k610i-ku dulu. Aplikasi bisa dijadiin wallpaper. Bisa jalanin aplikasi java lebih dari satu sekaligus.
Player musik maupun video juga belum berubah. Masi versi lama yang membosankan itu. Keluaran suara melalui speaker-nya parahhhh....cempreng buangets meskipun equalizernya udah diutik2.
Kesimpulan sementara, di luar kemampuan kamera-nya menangkap still images yang lumayan bagus rasanya hampir gak ada rasa puas memakai SE k770i ini. Rasanya cuman seperti pake barang lama ditambahin kamera baru yang lumayan oke.
Friday, 30 January 2009
Tuesday, 16 December 2008
Nokia 3120classic
(Lagi-lagi) Seorang sobat mau beli ponsel baru en minta dianterin. Keinginannya jelas : hape yang terjangkau tapi fiturnya cukup lengkap, kalo bisa merk-nya cukup ngetop, hehe. Sempat mempertimbangkan SE g502 dan k630i, tapi saat melihat ke konter resmi SE harganya melambung tinggi karena dollar memang sedang naik. Kami beralih target ke nokia. Satu-satunya yang cukup murah tapi lumayan lengkap rasanya cuman 3120classic. PIlihan warna yang tersedia putih dan hitam. Temenku pilih yang putih karena lebih lucu. Tapi tetep aja yang putih cuman bagian depannya sementara casing bagian belakangnya berwarna abu-abu tua. Bodinya cukup langsing dengan ketebalan sekitar 13mm aja. Layar 3120c kira-kira sama ama 6120c-ku dengan resolusi 240x320pixels dan besar secara fisik yang mirip-mirip aja. Tapi nggak tau napa layar si 3120c ini terlihat cerah bangets. Waktu pertama liat sih tercetus,"Wow!" tapi lama-lama mata cape juga liat layar yang rasanya agak terlalu cerah itu, sementara aku terbiasa men-set brightness 6120c-ku dibawah 50%. Belum nemu dimana setting untuk mengurangi brightness layar si 3120c ini. Bisa nggak sih?? Dari soal menu 3120c ini tipikal menu nokia s40 yang baru. Ada standby menu yang mirip-mirip di symbian 3rd ed dengan susunan ikon yang siap sedia di layar standby. Menu-nya selain bisa ditampilkan secara grid, list juga bisa secara tab. Fitur lumayan lengkap, antara lain : -support jaringan 3g dengan kamera depan untuk video call Selaen itu juga support EDGE dan tentu aja GPRS. -kamera 2mp dengan flash. Hasil jepretannya lumayan dan bisa merekam video dengan resolusi hingga 640x480pixels. Sayang waktu saving file foto-nya (sehabis njepret) agak lemot. -Music player dengan skin yang bisa diganti-ganti, support view album art.- -Radio fm -support java. Loading aplikasi java rasanya cepat, tapi tetep aja nggak ada multi tasking aplikasi java. -ada slot micro sd. Katanya sih support ampe 4gb. -batere lumayan kuat 100mAh, dibangdingin 6120c-ku yang cuman 890mAh. -Instant messaging-nya bisa langsung dipake buat chat yahoo tanpa perlu instal aplikasi en bisa jalan di-background. Fitur-fitur laen standar lah ya. Oya dalem paket pembeliannya selaen handset dan batere cuman dapet charger, buku manual ama handsfree mono. Nggak ada handsfree stereo apalagi bonus micro sd.
Wednesday, 10 December 2008
Motorola v6
Mencari-cari ponsel motorola yang support 3.5G (atau minimal 3G deh) dan (lumayan) terjangkau harganya agak susah. Yang terbayang di benak kalo membayangkan motorola dan 3G adalah mahal dan mahal dan mahal. Tentu aja definisi mahal berbeda bagi tiap orang. Tapi bila melihat merk-merk ponsel lain seperti SE dan Samsung yang sudah cukup banyak mengeluarkan produk 3G atau bahkan 3.5G dengan harga di bawah 2 jutaan rupiah rasa-rasanya motorola agak ketinggalan. Oya memang November 2008 lalu waktu iseng liat-liat di booth motorola ada seri baru, VE538, yang 'cukup terjangkau' kantong seharga sekitar1,7jutaan. Tapi bentuk bodinya rasanya kurang menunjukkan citarasa mewah yang pernah dibawa ponsel-ponsel motorola lain macam V3, V9 atau bahkan seri low end seperti L6 sekalipun. Seorang teman sedang mencari ponsel lipat yang fungsional namun tetap berdesain lumayan dan tentu saja : harganya nggak boleh mahal-mahal! Hehehe. Motorola V9 memang keren abis tapi harganya rasanya kurang worthed mengingat fiturnya, apalagi kameranya yang masih 2MP juga. Pilihan paling masuk akal sepertinya emang V6. Waktu kami melihat di majalah sekitar pertengahan november 2008 harga v6 masih sekitar 2.7jutaan. Tapi saat sedang jalan-jalan di mal ambasador dan iseng-iseng menanyakannya ke booth motorola, harga v6 yang biasa (bukan yang ferrari) adalah 2,1juta rupiah plus bonus microsd 256mb. Temanku yang over excited dan nggak nyangka harganya semurah itu langsung aja membeli sebuah V6. Secara bentukan V6 sebagai ponsel clamshell memang lumayan menarik. Ponsel lipat motorola memang rata-rata lumayan bagus desain-nya, meski memang sempat agak membosankan karena kebanyakan sekedar variasi dari desain V3 aslinya yang legendaris itu. Yang jelas dengan warna bodi yang hitam doff dan lekuk bentuk yang tegas mengesankan nuansa gagah (atau macho ya? hmm..). Permukaan penutup batere-nya enak dipegang, agak-agak 'velvety' gitu ya, jadi nggak licin saat dipegang. Sementara muka luar bagian yang ada layar eksternalnya lain lagi karena berbahan semacam kaca yang licin dan sangat rentan kotor kena bekas jari. Layar luarnya cukup gede walopun gak segede layar luar V9 atau V9. Menurut spek-nya sih layar luar ini ber-resolusi 128x160pixels. Di samping layar luar ini ada 2 garis lurus yang yang baru terlihat saat menyala-menyala biru ketika ada panggilan atau sms masuk. Pola pendar garis biru ini bisa dipilih dari beberapa pola yang tersedia. Membuka lipatan si V6 kita akan melihat layar dalam yang ber-resolusi 240x320pixels. Cukup jernih dan lembut dilihat. Ikon-ikonnya masih bergaya khas motorola. Struktur menunya juga masih mirip-mirip motorola yang dulu walau terasa ada beberapa hal yang 'berbeda'. Navigasi dalam menu biasa aja rasanya. Tapi saat diuji dengan jbenchmark 2.1 keliatan deh bedanya ama motorola-motorola yang dulu macam L7 dll. Saat membuka browser-nya sedikit terkejut juga. ternyata V6 menggunakan opera 8 sebagai browser bawaan. Keren juga. Oya balik ke layar, saat standby di home screen ada jajaran ikon si sebelah bawah. Kok jadi agak mirip nokia s40 yang baru ya? Hehehe. Ikon apa aja yang tertampil di layar standby bisa dikustomisasi. Lalu kalo scroll ke bawah (dari jajaran ikon itu) ada tampilan screen3(yang rasanya percuma karena penyedia jasanya masih jarang). Apalagi ya? Di menu multi media ada mediafinder di samping menu audio, picture, dll. Player musiknya agak minimalis. Tapi keluaran suaranya tetep bagus seperti motorola biasanya (tentu aja nggak bisa dibandingin dengan e398 ato e1 yang super keren itu. hehehe. tapi pokoknya lumayan jernih walo disetel kenceng). Oh ya player musik ini juga bisa dinyalain tanpa harus buka lipatnya. Tinggal pejet smart key di sisi bodi aja agak lama untuk melepas lock nya. Terus pejet sekali lagi untuk men-start player musik. Sewaktu memainkan musik di player dalam keadaan lipatnya tertutup, di bawah layar eksternal akan muncul tombol-tombol touch sensitive untuk mengendalikan player musik. Kamera utama V6 2mp dengan flash. Hasil jepretannya lumayan tapi nggak luar biasa. Seperti ponsel lipat motorola lainnya, kamrea utama ini bisa difungsikan untuk memotret dalam kondisi lipat tertutup. Viewfinder akan otomatis berpindah ke layar eksternal. Fitur ini sangat berguna bagi orang-orang narsis yang suka memotret dirinya sendiri. Hehehe. Kamera sekunder juga bisa dipake untuk motret diri sendiri tapi tentu hasilnya nggak sebagus kamera utama. Dari sisi aplikasi jawa kayaknya nggak ada perkembangan berarti selain hasil test dengan jbenchmark-nya yang lumayan bagus. Aplikasi java tetep hanya bisa di suspend, belum ada multi tasking java macam di ponsel-ponsel SE yang baru.
Wednesday, 1 October 2008
K-touch v908
Sebenarnya aku bermaksud membeli K-touch A660 yang kubaca di beberapa forum disebut-sebut sebagai ponsel iphone wannabe. Hehehe. Memang aku lihat di beberapa foto di internet tergambar si a660 memiliki ikon-ikon menu persis seperti iphone yang pernah aku coba. Bentukan fisiknya juga keliatan sih agaknya terinsipirasi iphone. Jadi macam iphone ditambahin barisan keypad dibawah layarnya. Hehehe.
Balik ke v908, setelah menimbang-nimbang kelebihan a660 hanyalah bentuknya yang manis, gaya touchscreen ala iphone dan java-nya yang kata orang forum lebih powerful daripada k-touch lain sebelumnya, aku jadi ragu. Toh v908 juga support java, mana ada tv-nya lagi. Kelebihan hape-hape china ini kan memang di tv-nya. Jadi ya udah akhirnya aku beralih target ke k-touch v908. Waktu memegang-megang dummy-nya pertama kali sempat ill feel juga, terutama pada keypad-nya yang nyeleneh (posisi tombol-tombol angkanya yang miring, mana tombol navigasinya bukan di tengah atas tapi disebelah kanan barisan tombol angka.) Tapi aku agak terhibur melihat layarnya yang lebar nan lega. Sempat ragu lagi saat sudah berada di depan toko dan si mbak penjaga toko bilang v908 yang tersedia hanyalah yang berwarna hitam. Tapi ya sutralah secara di toko itu (langganan nih di roximas, hehehe...) harganya cukup murah tanpa harus susah-susah nawar. Lagian dah sering beli hape di situ en kayaknya gak perna ada masalah. Melihat benda aslinya aku sungguh terpana melihat layarnya. Hehehe. Iya sih emang masi di bawah hp ipaq tapi ya emang kelasnya aja beda gituloh...jadi ya jangan dibandingin. Touch screen-nya lumayan juga reaksinya gak lemot kalo buat ngetik pake keyboard virtual. Kalo pake handwriting recognition emang gak gitu cepet en beberapa huruf juga suka ngaco, tapi kayaknya sih ini cuman masalah kebiasaan aja. Tv-nya juga cukup oke penangkapan gambarnya. Di dalam ruang (di kantor di kebayoran baru, di rumah di daerah ugm jogja) tanpa narik keluar antena juga masi dapet gambar lumayan. Kalo di kost-an di tebet emang daerah sial kali ya secara tivi rumah aja suka burem banget. Kamera sih biasa aja, kalo gak mau dibilang parah, terutama kalo lagi di dalem ruang ato kondisi cahaya kurang (meski ada flash tetep gak ketolong, flah-nya malah agak-agak merusak). Kalo buat poto di suasana terang cerah si masi lumayanlah. Suara speaker lumayan dari segi kencengnya volume, tapi kalo kualitas suara si agak kurang ya. Untuk suara manusia/penyanyinya sih emang jernih tapi suara lainnya agak nyampur gak karuan. Equalizer di setel ke bass aja gak begitu menolong kayaknya. Sialnya lagi earphone bawaannya kurang mendukung alias kurang nyaman di kuping. Jadi yah pengalaman musikal yang disajikan hape ini sih biasa aja walo gak bisa dibilang jelek. Radio Fm ada en bisa dinyalain tanpa nyolok handsfree seperti biasanya radio di hape.
Menu-nya sendiri sih kayaknya tipikal hape china ya. Sempet binun juga mencari letak berbagai fungsi di menunya. Tapi lama-lama ngerti juga sih logika pengaturan menunya. Beberapa terasa agak merepotkan seperti masalah ringtone. Dari koleksi file musik yang kita punya harus di forward dulu ke user profile baru bisa dipilih sebagai ringtone. Itu pun kita cuman dikasi 5 slot untuk nada dering pribadi. Parahnya lagi nada dering bawaannya yang seabrek itu menurutku pribadi sih jelek-jelek (baca : norak abis. Hehehe). File manager bawaanya juga kurang begitu enak untuk me-manage file. Kekurangan tergawat file manager ini adalah gak bisa nge-mark (menandain) beberapa file untuk di pindah, dikopi, di delete dsb. Jadi kalo mau ngapa-ngapain musti dilakukan satu persatu per file.
Nah, sekarang giliran fitur paling penting (buatku) yaitu JAVA!
Saat membelinya, masih di depan tokonya, aku langsung mentransfer ymtiny.jar dari nokiyemku ke v908. Itung-itung sekalian nyoba bluetoothnya. Di v908, ymtiny.jar itu masuk ke folder received. Dari file manager langsung disorot, trus klik option ada pilihan install (lega banget waktu aku baca pilihan install ini bener-bener ada. Hehehe). Menginstall ymtiny sih lumayan cepet. Bukanya juga lumayan cepet. Dan juga gak ada masalah dengan koneksinya. Aku langsung bisa online YM saat itu juga. Yah, untungnya untuk install beberapa aplikasi yang penting macam operamini, shmessenger, minicommander sih oke-oke aja dan bisa jalan dengan lumayan baik meski untuk loading awalnya emang agak lelet. Operamini-nya juga tetep bisa nge-save page di memory card dan minicommander juga bisa browsing folder-folder dengan lancar (berarti support jsr75 kah?). Tapi untuk game memang terasa bannget dia rewelnya. Game agak gedean dikit lelet banget ato malah gak bisa jalan sama sekali. Aplikasi juga begitu. Aplikasi gede macam kamus inggris-indonesia dan morange nggak bisa jalan lancar (kamusnya entah kenapa ngaco tiap kali meng-input kata yang mau dicari, sementara morange loading luama buanget). Tapi anehnya alkitab yang besarnya 1.5MB bisa jalan normal. Nggak tau kenapa bisa gitu. Tapi emang beberapa aplikasi yang perlu menginput sesuatu suka ngaco di saat input-nya.
Tapi kesan secara umum tentang ponsel ini sih lumayanlah. Yang masih jadi pertanyaan sekarang sih masalah keawetan dan ketahanannya. Tapi tentang ini hanya waktu yang bisa menjawabnya. Hehehe.
Balik ke v908, setelah menimbang-nimbang kelebihan a660 hanyalah bentuknya yang manis, gaya touchscreen ala iphone dan java-nya yang kata orang forum lebih powerful daripada k-touch lain sebelumnya, aku jadi ragu. Toh v908 juga support java, mana ada tv-nya lagi. Kelebihan hape-hape china ini kan memang di tv-nya. Jadi ya udah akhirnya aku beralih target ke k-touch v908. Waktu memegang-megang dummy-nya pertama kali sempat ill feel juga, terutama pada keypad-nya yang nyeleneh (posisi tombol-tombol angkanya yang miring, mana tombol navigasinya bukan di tengah atas tapi disebelah kanan barisan tombol angka.) Tapi aku agak terhibur melihat layarnya yang lebar nan lega. Sempat ragu lagi saat sudah berada di depan toko dan si mbak penjaga toko bilang v908 yang tersedia hanyalah yang berwarna hitam. Tapi ya sutralah secara di toko itu (langganan nih di roximas, hehehe...) harganya cukup murah tanpa harus susah-susah nawar. Lagian dah sering beli hape di situ en kayaknya gak perna ada masalah. Melihat benda aslinya aku sungguh terpana melihat layarnya. Hehehe. Iya sih emang masi di bawah hp ipaq tapi ya emang kelasnya aja beda gituloh...jadi ya jangan dibandingin. Touch screen-nya lumayan juga reaksinya gak lemot kalo buat ngetik pake keyboard virtual. Kalo pake handwriting recognition emang gak gitu cepet en beberapa huruf juga suka ngaco, tapi kayaknya sih ini cuman masalah kebiasaan aja. Tv-nya juga cukup oke penangkapan gambarnya. Di dalam ruang (di kantor di kebayoran baru, di rumah di daerah ugm jogja) tanpa narik keluar antena juga masi dapet gambar lumayan. Kalo di kost-an di tebet emang daerah sial kali ya secara tivi rumah aja suka burem banget. Kamera sih biasa aja, kalo gak mau dibilang parah, terutama kalo lagi di dalem ruang ato kondisi cahaya kurang (meski ada flash tetep gak ketolong, flah-nya malah agak-agak merusak). Kalo buat poto di suasana terang cerah si masi lumayanlah. Suara speaker lumayan dari segi kencengnya volume, tapi kalo kualitas suara si agak kurang ya. Untuk suara manusia/penyanyinya sih emang jernih tapi suara lainnya agak nyampur gak karuan. Equalizer di setel ke bass aja gak begitu menolong kayaknya. Sialnya lagi earphone bawaannya kurang mendukung alias kurang nyaman di kuping. Jadi yah pengalaman musikal yang disajikan hape ini sih biasa aja walo gak bisa dibilang jelek. Radio Fm ada en bisa dinyalain tanpa nyolok handsfree seperti biasanya radio di hape.
Menu-nya sendiri sih kayaknya tipikal hape china ya. Sempet binun juga mencari letak berbagai fungsi di menunya. Tapi lama-lama ngerti juga sih logika pengaturan menunya. Beberapa terasa agak merepotkan seperti masalah ringtone. Dari koleksi file musik yang kita punya harus di forward dulu ke user profile baru bisa dipilih sebagai ringtone. Itu pun kita cuman dikasi 5 slot untuk nada dering pribadi. Parahnya lagi nada dering bawaannya yang seabrek itu menurutku pribadi sih jelek-jelek (baca : norak abis. Hehehe). File manager bawaanya juga kurang begitu enak untuk me-manage file. Kekurangan tergawat file manager ini adalah gak bisa nge-mark (menandain) beberapa file untuk di pindah, dikopi, di delete dsb. Jadi kalo mau ngapa-ngapain musti dilakukan satu persatu per file.
Nah, sekarang giliran fitur paling penting (buatku) yaitu JAVA!
Saat membelinya, masih di depan tokonya, aku langsung mentransfer ymtiny.jar dari nokiyemku ke v908. Itung-itung sekalian nyoba bluetoothnya. Di v908, ymtiny.jar itu masuk ke folder received. Dari file manager langsung disorot, trus klik option ada pilihan install (lega banget waktu aku baca pilihan install ini bener-bener ada. Hehehe). Menginstall ymtiny sih lumayan cepet. Bukanya juga lumayan cepet. Dan juga gak ada masalah dengan koneksinya. Aku langsung bisa online YM saat itu juga. Yah, untungnya untuk install beberapa aplikasi yang penting macam operamini, shmessenger, minicommander sih oke-oke aja dan bisa jalan dengan lumayan baik meski untuk loading awalnya emang agak lelet. Operamini-nya juga tetep bisa nge-save page di memory card dan minicommander juga bisa browsing folder-folder dengan lancar (berarti support jsr75 kah?). Tapi untuk game memang terasa bannget dia rewelnya. Game agak gedean dikit lelet banget ato malah gak bisa jalan sama sekali. Aplikasi juga begitu. Aplikasi gede macam kamus inggris-indonesia dan morange nggak bisa jalan lancar (kamusnya entah kenapa ngaco tiap kali meng-input kata yang mau dicari, sementara morange loading luama buanget). Tapi anehnya alkitab yang besarnya 1.5MB bisa jalan normal. Nggak tau kenapa bisa gitu. Tapi emang beberapa aplikasi yang perlu menginput sesuatu suka ngaco di saat input-nya.
Tapi kesan secara umum tentang ponsel ini sih lumayanlah. Yang masih jadi pertanyaan sekarang sih masalah keawetan dan ketahanannya. Tapi tentang ini hanya waktu yang bisa menjawabnya. Hehehe.
Thursday, 21 August 2008
Lagi-lagi im3
Aku (makin) nggak peduli apakah menyebut satu merk dan menjelek-jelekkannya di ruang publik itu nggak etis, tapi lagi-lagi indosat m3 berulah dan mengecewakan. Bulan Agustus 2008 ini, sekitar tanggal 20, sms baik keluar maupun masuk sempat terhambat. Sms yang dikirim pagi baru tiba jauh siang. Lalu telpon masuk juga tak bisa dilakukan, sementara telpon keluar kadang bisa kadang gagal. Kalo baru hanya sekali ini aja im3 berulah kayak gini sih saya masi maklum deh, tapi ini masalahnya udah kesekian kalinya dan gak kehitung lagi. Saya ampe bosen harus berulang kali complain ke CS indosat tentang gangguan telpon maupun sms ini, belum lagi gangguan jaringan gprs/3g yang lebih sering lagi terjadi. Nulis blog maki-maki gini juga capek sih, tapi ya apa boleh buat. Indosat kayanya emang nggak ada niat baik untuk memperbaiki layanan. Nggak ada kejelasan kenapa nomor saya sering banget mengalami gangguan. Dulu saya ingat saya sempat bertanya apakah kartu sim saya cacat atau rusak tapi dijawab oleh CS officer-nya kartu sim saya baik-baik saja. Jadi sebetulnya apa penyebabnya? Banyak teman saya mengeluh nomor im3 saya sering sulit untuk dihubungi. Saya sendiri juga merasakan sering banget gagal melakukan panggilan. Saya sudah sering berganti hape dan selalu yang bermasalah nomor im3 ini, sementara nomor saya satu lagi dari operator lain sepertinya lancar-lancar saja. Saya gunakan di berbagai tipe hape. Sayangnya saya sudah terlanjur menggunakan nomor im3 ini sejak lama sebagai nomor kontak utama saya. Andai belum sudah pasti nomor sial ini saya buang dari dulu. Untuk apa memelihara kartu sim yang tidak bisa memberikan kepastian ketersediaan layanan-layanan komunikasi yang paling mendasar sekalipun?
Browser ucweb6
Akhir-akhir browsing menggunakan opera 8.65 di nokia 6120ku jadi agak mengesalkan. Sering banget gagal konek. Bahkan jaringan 3.5G pun nggak berdaya apa-apa dalam memperlancar koneksi. Nggak tau juga sih sebenernya karena opera-nya ato karena operator yang emang dodol. Tapi pokoknya pake opera rasanya makin ngeselin aja. Opera mini sudah agak lama aku tinggal karena terasa amat membebani kinerja ponsel. Opera mini yang mod juga lebih sering gagal nyambung dan sudah lama aku hapus dari memory hape. Tapi selama ini aku masih tergantung pada opera 8.65. Browser bawaan terasa lebih lelet lagi dan sepertinya samasekali tidak mengkompres besaran pemakaian data. Tapi lalu ada aku menemukan browser ucweb6. Aku coba install yang versi symbian di nokiaku. Tampilannya menyegarkan dengan skin yang bisa diganti-ganti. Walau awalnya agak sedikit bingung karena belum terbiasa dengan menu-menunya, tapi secara umum menggunakan ucweb ini lebih menyenangkan daripada pake opera. Ucweb ini bisa dibilang kayak gabungan antara opera versi symbian dengan opera mini mod. Banyak fitur-fitur menarik yang tersedia didalemmnya. Yang paling aku suka tentu saja kemampuannya untuk menyimpan halaman web sebagai file .uhtm atau .txt. Meski kelihatan sepele toh fungsi ini nggak(belum) aku temukan di opera 8.65. Sementara opera mini bisa menyimpan halaman tapi sebatas dalam format 'aneh' yang sebenernya nggak punya guna lain kecuali untuk dibaca lagi via operamini. Memang sih review ini cenderung emosional yang bermula dari kekesalan demi kekesalan selama menggunakan opera. Hehehe. Jadi ya sorry aje kalo nggak obyektif sama sekali.
Monday, 21 July 2008
(lagi) ym-an di hape (july 2008)
Hanya dalam waktu beberapa bulan aja, perkembangan aplikasi untuk ber-chatting ria, utamanya via yahoo messenger, udah tambah cukup banyak.
Ada beberapa aplikasi baru, ada yang cuman sekedar update aplikasi lawas yang menambah fitur. Kebetulan sekarang gw pake hape yang ber-os symbian 3rd edition fp 1, jadi sekarang selaen aplikasi messenger j2me aku juga bisa install aplikasi symbian yang sesuai. Langsung aja deh, berikut ini beberapa aplikasi untuk ber-ym ria di ponsel yang aku install di hapeku sekarang berikut sedikit review-nya :
1. IM+ - aku pake yang versi symbian (dulu kayana perna liat versi java-nya). Sempat bermasalah waktu instal versi-versi sebelumnya alias gak bisa konek sama sekali. Baru setelah install versi 7.12 bisa konek, tapi kadang suka putus sendiri. Terus kalo udah abis login terus logout mau login lagi seringnya gak bisa (tapi masalah ini sepertinya disebabkan oleh kartu sim yang pake yang super dodols buanget. yah, you know lah apa itu. gak pelu disebutin lagih). IM+ ini sebetulnya juga support chat laen kayak msn, icq, dll selain ym tapi gak perna gw pake.
Kamu bisa nulis custom status message apa aja kayak di ym beneran (baca : di pc). Ada broadcast message (gak perna dicoba). Ada pilihan zoom tampilan dialog dan contact list. Bisa untuk transfer file juga. Bisa pilih custom message alert. Ada setting lamanya waktu untuk auto away (biar kalo messenger ini agak lama ditinggal bisa otomatis idle sendiri kaya di ym beneran). Ada setting untuk menyimpan history percakapan yang udah dilakukan. History-nya juga bisa di export en di save tentunya (berguna untuk yang suka mengenang2 percakapan. ahahah). Secara umum si penggunaannya cukup gampang, fiturnya juga lumayan. Kekurangannya paling cuman belum bisa liat photo id. Terus pilihannya emoticonnya cuman dikit n gambarnya gak standar alias bawaannya sendiri.
2. Slick - pake yang symbian juga (kalo ini sih gak yakin ada versi java-nya). Seperti juga IM+ suka bermasalah juga dalam hal login ulang. Tapi lagi-lagi aku yakin permasalahan ini terletak di kartu sim ku nan keparat. Slick ini juga support chat via icq, gtalk, etc. Custom status message ada. Bisa mengatur sorting contact list berdasar nama atau waktu. Auto away/auto idle ada. Custom message alert ada. Pengaturan history juga ada. Besar font UI maupun di windows dialog juga bisa diatur. Ada pilihan untuk auto connect dan auto reconnect (jadi kalo mendadak putus karena jaringan internet down bisa langsung otomatis mencoba konek lagi tanpa disuruh. Hehehe. Tapi fitur ini gak gitu ngefek kalo dipake dengan kartu sim keparat macam punyaku. Hahaha). Ada juga pengaturan warna tampilan aplikasi. Terus ada data counter untuk melihat berapa kb pemakaian data internet kita. Seperti juga IM+ smiley di slick ini juga kurang banyak. Tapi untungnya emoticon di slick ini standar alias sama kayak di ym beneran dan bener-bener teranimasi nggak diem kayak di kebanyakan aplikasi ym hape lainnya.
3. YMtiny - adanya versi java doang (kayaknya). Dah pernah dibahas sebelumnya, tapi sekarang pake versi 1.32 ada beberapa fitur baru. Yang jelas penggunaannya cukup mudah en gak ribet. Simpel tapi fungsional. Cuman ya emang jangan dibandingin ma 2 aplikasi di atas. Smiley-na standar en cukup lengkap meski gak teranimasi. Bisa pake font bawaan dia atau font default-na hape. Custom status message ada. Sayang belum bisa save history. Tapi kekurangan yang cukup menyebalkan buatku sih gak adanya auto idle yang bikin aku seakan-akan available dan mantengin ym terus padahal aku udah lupa kalo lagi nyalain ym di hape. Hehehe.
4. EBuddy - Aplikasi java juga. Harus daftar dulu tapi gratis. Cuman bikin agak ribet kalo login harus login dulu ke ebuddy-nya baru ke yahoo, jadi kayaknya agak lamaan dikit. Dah gitu kalo yahoo-nya gak di setting auto login yang berarti harus login manual lagih. Tapi begitu dah login sih penggunaannya cukup gampang. Smiley-na lumayan banyak. Bisa set dan liat photo id. Custom message status ada. Sayang ebuddy ini terasa agak berat dijalankan di 6120c-ku. Kadang kalo sedang di minimize lalu aku buka aplikasi lain, si ebuddy ini otomatis nutup sendiri. Jadi sering banget aku mengira masih online padahal nggak.
Selaen 4 aplikasi yang sering aku pake di atas, aku juga meng-install mhub(harus daftar tapi gratis, nggak gitu asik), talkonaut versi symbian (kebanyakan maunya jadi ribet, koneksi gak stabil, kudu daftar juga), mig33 (daftar dulu, gak gitu asik buat ym-an), trus palringo versi symbian(daftar juga, gampang konek tapi tampilan payah, agak nggak user friendly alias mbingungin).
Ada beberapa aplikasi baru, ada yang cuman sekedar update aplikasi lawas yang menambah fitur. Kebetulan sekarang gw pake hape yang ber-os symbian 3rd edition fp 1, jadi sekarang selaen aplikasi messenger j2me aku juga bisa install aplikasi symbian yang sesuai. Langsung aja deh, berikut ini beberapa aplikasi untuk ber-ym ria di ponsel yang aku install di hapeku sekarang berikut sedikit review-nya :
1. IM+ - aku pake yang versi symbian (dulu kayana perna liat versi java-nya). Sempat bermasalah waktu instal versi-versi sebelumnya alias gak bisa konek sama sekali. Baru setelah install versi 7.12 bisa konek, tapi kadang suka putus sendiri. Terus kalo udah abis login terus logout mau login lagi seringnya gak bisa (tapi masalah ini sepertinya disebabkan oleh kartu sim yang pake yang super dodols buanget. yah, you know lah apa itu. gak pelu disebutin lagih). IM+ ini sebetulnya juga support chat laen kayak msn, icq, dll selain ym tapi gak perna gw pake.
Kamu bisa nulis custom status message apa aja kayak di ym beneran (baca : di pc). Ada broadcast message (gak perna dicoba). Ada pilihan zoom tampilan dialog dan contact list. Bisa untuk transfer file juga. Bisa pilih custom message alert. Ada setting lamanya waktu untuk auto away (biar kalo messenger ini agak lama ditinggal bisa otomatis idle sendiri kaya di ym beneran). Ada setting untuk menyimpan history percakapan yang udah dilakukan. History-nya juga bisa di export en di save tentunya (berguna untuk yang suka mengenang2 percakapan. ahahah). Secara umum si penggunaannya cukup gampang, fiturnya juga lumayan. Kekurangannya paling cuman belum bisa liat photo id. Terus pilihannya emoticonnya cuman dikit n gambarnya gak standar alias bawaannya sendiri.
2. Slick - pake yang symbian juga (kalo ini sih gak yakin ada versi java-nya). Seperti juga IM+ suka bermasalah juga dalam hal login ulang. Tapi lagi-lagi aku yakin permasalahan ini terletak di kartu sim ku nan keparat. Slick ini juga support chat via icq, gtalk, etc. Custom status message ada. Bisa mengatur sorting contact list berdasar nama atau waktu. Auto away/auto idle ada. Custom message alert ada. Pengaturan history juga ada. Besar font UI maupun di windows dialog juga bisa diatur. Ada pilihan untuk auto connect dan auto reconnect (jadi kalo mendadak putus karena jaringan internet down bisa langsung otomatis mencoba konek lagi tanpa disuruh. Hehehe. Tapi fitur ini gak gitu ngefek kalo dipake dengan kartu sim keparat macam punyaku. Hahaha). Ada juga pengaturan warna tampilan aplikasi. Terus ada data counter untuk melihat berapa kb pemakaian data internet kita. Seperti juga IM+ smiley di slick ini juga kurang banyak. Tapi untungnya emoticon di slick ini standar alias sama kayak di ym beneran dan bener-bener teranimasi nggak diem kayak di kebanyakan aplikasi ym hape lainnya.
3. YMtiny - adanya versi java doang (kayaknya). Dah pernah dibahas sebelumnya, tapi sekarang pake versi 1.32 ada beberapa fitur baru. Yang jelas penggunaannya cukup mudah en gak ribet. Simpel tapi fungsional. Cuman ya emang jangan dibandingin ma 2 aplikasi di atas. Smiley-na standar en cukup lengkap meski gak teranimasi. Bisa pake font bawaan dia atau font default-na hape. Custom status message ada. Sayang belum bisa save history. Tapi kekurangan yang cukup menyebalkan buatku sih gak adanya auto idle yang bikin aku seakan-akan available dan mantengin ym terus padahal aku udah lupa kalo lagi nyalain ym di hape. Hehehe.
4. EBuddy - Aplikasi java juga. Harus daftar dulu tapi gratis. Cuman bikin agak ribet kalo login harus login dulu ke ebuddy-nya baru ke yahoo, jadi kayaknya agak lamaan dikit. Dah gitu kalo yahoo-nya gak di setting auto login yang berarti harus login manual lagih. Tapi begitu dah login sih penggunaannya cukup gampang. Smiley-na lumayan banyak. Bisa set dan liat photo id. Custom message status ada. Sayang ebuddy ini terasa agak berat dijalankan di 6120c-ku. Kadang kalo sedang di minimize lalu aku buka aplikasi lain, si ebuddy ini otomatis nutup sendiri. Jadi sering banget aku mengira masih online padahal nggak.
Selaen 4 aplikasi yang sering aku pake di atas, aku juga meng-install mhub(harus daftar tapi gratis, nggak gitu asik), talkonaut versi symbian (kebanyakan maunya jadi ribet, koneksi gak stabil, kudu daftar juga), mig33 (daftar dulu, gak gitu asik buat ym-an), trus palringo versi symbian(daftar juga, gampang konek tapi tampilan payah, agak nggak user friendly alias mbingungin).
Subscribe to:
Posts (Atom)