Tampilan homescreen menggunakan Arikui Launcher. Icon menggunakan Belle UI Icon Pack.
Tampilan app drawer pada Arikui Launcher
Untuk para pengguna android yang menyukai tampilan kotak-kotak a la windows phone bisa mencoba launcher satu ini : Square Home. Selama ini saya biasa menggunakan Launcher8 bila menginginkan perangkat android saya bertampilan a la windows phone. Namun kemudian saya mencoba Square Home ini dan saya lebih menyukainya dibanding Launcher8. Dari homescreen tinggal swipe layar dari kanan ke kiri untuk membuka apps drawer yang menampilkan semua aplikasi yang terinstal. Selain tab berisi daftar aplikasi ada tab untuk daftar shortcuts dan tab untuk daftar aneka widget yang terinstal. Untuk menampilkan aplikasi atau widget di homescreen tinggal tekan tahan dan seret ke arah kiri dan lepaskan di homescreen. Dari homescreen swipe dari kiri ke kanan untuk melihat preferensi launcher, mengganti wallpaper dan membuka setting umum perangkat. Ikon-ikon di homescreen maupun di drawer bisa dipersonalisasi dengan aneka icon packs yang bisa diunduh di Play Store. Launcher ini juga mendukung themes bagi orang yang tak terlalu suka mempersonalisasi sendiri tampilan perangkatnya. Square home ini juga mendukung aneka pintasan dengan gestures dan integrasi dengan perintah suara google.
Seperti telah saya bahas di postingan saya sebelum ini tentang Stoic Home dan HP 7 Voice Tab, begitu saya melihat tampilan HP 7 Voice Tab yang nyaris tanpa personalisasi dari vendor saya segera berpikir untuk menggunakan launcher pilihan saya sendiri. Stoic Home masih menjadi favorit saya dan segera saya instal pada HP 7 Voice Tab. Namun dipadukan dengan Organized Drawer rasanya kurang enak untuk tab yang layarnya relatif lebar. Menggunakan Swapps yang berkonsep sidebar juga kurang enak rasanya. Maka sebagai app drawer saya mencoba menggunakan Beautiful Drawer. Aplikasi bisa kita pisah-pisahkan menurut kategori. Tiap kategori di bagian atasnya bisa diberi header dengan gambar atau foto apa pun yang kita suka. Personalisasi sederhana namun cukup rapi dan tetap estetis.
Kebanyakan pengguna android suka memodifikasi perangkatnya, baik dimulai dari tingkat sederhana sekedar mencoba-coba aplikasi hingga tingkat lanjut dengan flashing custom ROM, modifikasi berbagai elemen UI dan lain sebagainya. Saya tentunya termasuk orang yang suka mencoba-coba tersebut. Di antaranya adalah mencoba aneka aplikasi launcher. Launcher adalah cara yang tergolong sederhana untuk merubah tampilan home screen android, relatif tak membutuhkan keterampilan mendalam. Yang diperlukan hanyalah koneksi internet untuk menjelajah Playstore dan mencari launcher yang sesuai selera kita.
Bila dulu di masa saya baru mengenal android saya suka mencoba aneka launcher yang berpenampilan 'meriah' penuh dengan aneka fitur, tidak demikian dengan saat ini. Saya justru mencari launcher yang sesederhana mungkin dengan ukuran sekecil mungkin dan fungsi yang sesuai dengan keinginan saya. Jujur saya sudah muak dengan tampilan layar home penuh aneka widget yang menampilkan macam-macam info. Saya juga enggan menggunakan launcher dengan bermacam fitur personalisasi yang menurut saya tak berguna seperti efek-efek transisi dan lain sebagainya. Launcher penuh fitur seperti itu biasanya juga diikuti dengan pengaturan sedemikian rupa rumit dan banyaknya. Oh ya personalisasi tentulah perlu, namun tak selalu harus sedetil dan serumit itu kan? Kemudian saya menemukan Stoic home, semacam aplikasi home launcher yang sangat sederhana. Sebenarnya aplikasi ini sudah lama ada, sayangnya saya baru saja menyadari 'keindahannya' sekarang. Sedemikian sederhananya aplikasi ini tidak dilengkapi dengan application drawer, tidak mendukung widget ataupun sekedar menaruh icon di halaman standby(sepertinya sih begitu ya, setidaknya sepemahaman saya, kalaupun mendukung saya tak sudi memenuhi layar standby saya dengan aneka icon dan widget :P). APAAAAAA??? Ya, jadi halaman muka benar-benar bersih, hanya wallpaper tanpa dinodai icon ataupun widget. Halaman muka yang bersih ini saya manfaatkan dengan menggunakan live wallpaper. Saya suka menggunakan live wallpaper yang lucu seperti Shui the Kitten atau Fairy Night Garden, atau live wallpaper yang lebih informatif namun tetap sederhana seperti WP clock design. Lalu bagaimana bila kita akan membuka aplikasi? Karena Stoic Home ini tak memiliki application drawer sendiri maka saya terpaksa menginstal Organized Drawer. Organized drawer ini bisa menampilkan seluruh aplikasi yang terinstal atau bisa juga dikelompokkan ke dalam folder-folder sesuai selera. Icon-icon aplikasi di organized drawer ini juga bisa dipersonalisasi dengan file icon kesukaan Anda. Kita juga bisa menyembunyikan aplikasi yang tak ingin ditampilkan. Lalu dengan Stoic Home plus Organized Drawer jadi tak simpel lagi dong? Oh tidak juga. Secara ukuran file pun Stoic Home + Organized Drawer ini kecil sekali : Stoic Home hanya sebesar 36 kb dan Organized Drawer-nya 171 kb. Cukup kecil bukan? :3
Stoic Home ini mendukung shortcuts yang bisa dipanggil dengan beberapa gestures yang tersedia : bisa mengetuk layar sekali atau dua kali, menyapu layar ke atas, bawah atau samping. Nah saya memilih salah satu gesture ini sebagai shortcut untuk membuka Organized Drawer. Tinggal menyapu layar dan masuk ke application drawer. Sangat sederhana dan cepat. Bila tak mau menggunakan application drawer bisa juga memakai aplikasi yang fungsinya semacam side bar berisi semua aplikasi yang telah diinstal. Jadi tinggal menyapu dari satu sisi layar akan muncul barisan aplikasi anda berjajar dari atas ke bawah. Contoh aplikasi semacam ini yang saya gunakan adalah Swapps. Kita bisa memilih aplikasi apa saja yang akan ditampilkan di sidebar tersebut, apakah semua atau ada yang mau disembunyikan.
Ini adalah tampilan layar standby Stoic Home dengan Swapps sedang ditampilkan.
Yang ini tampilan Organized Drawer dengan icon-icon yang dimodifikasi.
Perkembangan bentuk ponsel dimulai dari ponsel berpapan ketik numerik lalu beralih ke ponsel berpapan ketik QWERTY lalu masa ponsel dengan layar sentuh menjadi saksi bisu betapa ukuran layar ponsel semakin membesar. Pada masa awal ponsel berlayar warna ukuran layar ponsel 1.5 inci dengan resolusi 128x128 pixel adalah hal yang biasa. Di awal 2014 ini ponsel layar sentuh dengan diagonal di atas 5 inci merajalela. Namun benarkah makin besar layar selalu berbanding lurus dengan kenyamanan penggunaan sehari-hari? Sulit untuk menjawab ya atau tidak karena hal ini memang relatif, tergantung pada preferensi masing-masing orang. Karena itu saya akan mencoba membahas menurut apa yang saya rasakan sendiri. Saya sudah pernah menggunakan ponsel layar sentuh dengan aneka ukuran layar : 3", 3.2", 3.5", 4", 4.5", 5", 7". Dengan tegas saya akan menyebut bahwa layar berukuran 7" sangat tidak nyaman untuk digunakan dan dibawa-bawa kemana saja sehari-hari, ya setidaknya bagi saya sih. Mencoba menggunakan sebuah tablet 7" selama perjalanan naik bus transjakarta menuju ke kantor selama kira-kira satu jam saja sudah sangat melelahkan tangan saya untuk menggunakannya. Untuk membaca artikel panjang atau menonton film memang layar 7" enak dilihat, namun bila harus sambil memeganginya sih bagi saya lebih condong menyiksa dibanding menyenangkan. Layar 4.5"-5" masih cukup enak untuk dipegang namun bila harus menggunakan dalam waktu lama akan terasa juga pegalnya. Bagi saya pribadi ukuran yang paling nyaman adalah 3.5" hingga 4". Dengan ukuran layar 4" saya masih bisa mengetik dengan satu tangan dengan setting keyboard virtual dengan susunan QWERTY. Untuk chatting, bersosial media maupun browsing ringan pun masih cukup nyaman dengan layar 4". Dan yang paling penting tangan tak terlalu pegal meski harus memeganginya dalam waktu lama.
Bagaimana dengan Anda? Berapakah ukuran layar ponsel yang terasa paling nyaman untuk Anda? :)
Untuk sehari2 5" jelas lebih pocketable dan sudah cukup utk keperluan sehari2.
Tapi untuk browsing, membuat sketsa, membaca komik, dan menonton video dlm jangka waktu lama memang layar 7" lebih nyaman. Namun layar 7" sangat membebani tangan bila harus dibawa sepanjang hari, meski memilih tab 7" yg slim dan berbahan full plastic (kebayang kali yg body logam). Kesimpulan : masing2 punya kelebihan. Sesuaikan dg kebutuhan sehari2 saja :)
Sejak menggunakan ponsel ber-os android saya jadi makin rajin beraktifitas di dunia maya,memantau berbagai akun saya di blog dan jejaring sosial.
Facebook, twitter, blogger, tumblr, plurk dan masih banyak lagi situs yg kini telah tersedia aplikasi client-nya untuk memudahkan kita dalam mengakses. Salah satu aplikasi favorit saya adalah wordpress for android. Kebetulan saya memiliki beberapa blog di wordpress dan aplikasi tersebut sangat membantu saya untuk mengelola blog2 saya. Memantau comments yg masuk dan me-reply-nya sangat mudah dilakukan serasa menggunakan jejaring sosial yg populer macam facebook.
Membuat/meng-upload entry blog baru baik berupa tulisan atau foto/image tak lebih susah daripada mengetik sms,lengkap dengan tags dan category yg kita inginkan. Mengedit blog juga kira2 relatif mudah. Memantau statistik pengunjung ke blog kita pun bisa dilakukannya.
Kesimpulan secara umum sih aplikasi ini sangat layak untuk diinstall bagi pemakai wordpress yg cukup rajin meng-update blognya.
Setelah penantian cukup panjang akhirna gprs xl temenku nyala juga. Tapi seperti biasa, selalu ada yg mengganjal : gprs-nya blm bisa digunakan pada operamini dan shmessenger (cuman 2 aplikasi ini aja yang terinstal di samsung j200 kawanku tersayang :p).
Oh ya, satu hal lagi yg mengecewakan, kini dari pihak samsung : susahnya mencari kabel data. Untuk seri yg promosinya cukup besar gini rasanya kok ketersediaan asesorisnya sangat payah ya?
Karena temanku bermaksud menjadikan j200nya sbg modem, maka dia begitu semangat mencari sarana konektivitas dari handset ke pc. Tidak beruntung laptop milik temenku agak bermasalah dgn bluetooth-nya,jadi terpaksa, dia mencari kabel data. Jungkir balik dari mall ke mall, telpon ke sana kemari bahkan telpon ke CS pusat samsung di Tomang pun nggak ada! Harus pesan dulu ke Singapore! Buset dah. Produsen sebesar dan semapan samsung gituu! Haduh. Gawat ya? Lagi2 konsumen yang direpotin. Capedee...