Showing posts with label hape samsung. Show all posts
Showing posts with label hape samsung. Show all posts

Saturday, 31 May 2014

Samsung Galaxy Ace 3 S7270

Sebelum saya lupa karena barangnya sudah tak ada di tangan saya lagi, saya harus sesegera mungkin menulis sedikit bahasan tentang Samsung S7270 atau biasa disebut Galaxy Ace 3.

Kenapa kali ini saya memilih Samsung, sang merek sejuta umat, gambaran mainstream ala indon? Bagus kah speknya? Dibanding harganya saya rasa sama sekali tidak. Dengan harga dua juta kurang seribu saat saya beli yang saya peroleh hanyalah sebuah ponsel dengan prosesor dual core milik Broadcomm (bagi saya sih asing merek ini, entahlah), RAM 1 gigabyte, kamera 5 megapixels dengan autofokus dan lampu flash, dan layar sentuh berdiagonal 4 inci. Mengesankan? Sama sekali tidak. Lihat saja merk sebelah dengan spek semacam itu bisa didapat dengan harga hingga sekitar sejutaan rupiah, Tapi kan tidak dapat merk Samsung? Ah, apakah dengan ada tempelan Samsung di tubuh ponsel lantas semua akan bahagia selamanya seperti di dongeng-dongeng? Bagi saya sih tidak. Bahkan dari awal penggunaan dalam keadaan belum banyak aplikasi performa ponsel satu ini sudah berasa kurang. Apakah memang saya keterlaluan memaksa penggunaannya secara berlebihan? Mungkin saja. Saya memang suka mencoba bongkar pasang aplikasi, namun patut dicatat juga bahwa saya tak gemar main game terutama game 3D yang biasanya jadi tolok ukur performa sebuah ponsel masa kini. Bahkan tanpa menginstal satu game pun performa ponsel ini kurang memuaskan.

Kameranya? Biasa saja. Evercoss hello kitty yang berharga kurang dari separuhnya bisa menghasilkan foto yang lebih berkualitas. Music player-nya? Tak istimewa. Yang membuat lebih kecewa lagi adalah kenyataan bahwa ponsel ini terkesan memilih-milih earphone yang bisa digunakan padanya.

Bentuk dan kualitas body? Biasa juga. Tak ada yang menarik. Tipikal ponsel Samsung : membulat dengan sekujur tubuh plastik licin yang kurang enak dipegang berlama-lama, terlebih bila tangan Anda gampang berkeringat.

Jadi sebenarnya apakah alasan saya membeli ponsel satu ini? Ukuran layarnya yang 4 inci kebetulan adalah salah satu kesukaan saya. Lalu kenyataan bahwa mencari asesoris (dalam hal ini aneka case) untuk ponsel ini cukup mudah juga menjadi alasan lain saya memilihnya. Sebenarnya saya juga sempat sedikit terbuai dengan 'kenyamanan semu' yang ditawarkan kepopuleran mereknya. Tapi entahlah, rasanya sugestinya tak cukup kuat bagi saya. :D

Sekedar catatan saya hanya tahan menggunakan ponsel ini sekitar satu setengah bulan sebelum akhirnya saya lepaskan.

 

Samsung Galaxy Ace 3 S7270

OLYMPUS DIGITAL CAMERA OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tuesday, 7 January 2014

samsung galaxy tab ii p3110

OS --> pada saat beli android 4.1.1 tapi sudah saya upgrade sendiri menjadi 4.2.2. menggunakan firmware edisi UK.

layar --> 600 x 1024 pixels, 7.0 inches. dilihat dg mata awam biasa aja, ga bagus banget, tapi juga ga jelek. kepekaan terhadap sentuhan standar, dengan jari cukup nyaman, tapi entah kenapa tak terlalu peka dengan stylus adonit jot

battery--> 4000mAh, bertahan seharian dengan wifi nyala terus

camera-->3mp, tanpa auto fokus, tanpa flash. cukup lumayan sih warnanya untuk sekedar di upload ke jejaring sosial

performa--> dengan processor dualcore 1ghz standar aja. sekedar menginstal dan memainkan game-game standar seperti temple run, subway surfer tak ada masalah. saya juga tak begitu suka game-game 3d.

UI--> touchwiz UI khas samsung. cukup mudah dimengerti dengan beberapa tambahan di luar bawaan android vanilla seperti kemudahan utk menginstal dan mengganti font, smart stay dll. tapi samsung terlalu banyak menyisipkan aplikasi yang bagi saya tidak berguna seperti music hub, game hub dll.

konektivitas-->wifi, bluetooth, usb dengan kabel bawaan samsung. ini dia yang saya kurang suka : kabel dg colokan khusus samsung bukannya micro usb standar.

rooting dan flashing--> musti terhubung dg PC via aplikasi odin. tapi ketersediaan custom ROM memang sangat banyak mengingat kepopuleran samsung.

Monday, 28 February 2011

Samsung wave 525

samsung wave 525 adalah salah satu generasi ponsel berOS bada yg harganya relatif terjangkau. Bentuk fisiknya secara sekilas mengingatkan pada iphone, minimalis dg layar berdiagonal 3.2" mendominasi bagian mukanya. layarnya, spt ponsel2 samsung pada umumnya, cukup kinclong utk dipanteng terus2an. layar bertype capacitive ini sudah mendukung multitouch pada browser dan image viewernya (saya tidak mencoba pada fungsi lain di luar 2 fungsi tsb). reaksi layarnya pada sentuhan cukup, meski me nurut saya pribadi masih sedikit di bawah samsung galaxy 5 yang terkesan lebih peka dan 'smooth'.  
masuk ke menu kita akan menemukan tampilan menu khas touchwiz samsung dengan panel2 yg bisa digeser2 ke kanan-kiri. bbrp detail seperti notification bar yg bisa di munculkan dg menarik bagian atas layar ke arah bawah, mirip sekali dg yg ada di ponsel2 berOS android. utk menambah widget (atau mengurangi) di layar standby mnrt saya tidak semudah mengedit widget di android, kita musti menekan daerah tertentu di layar yg bertanda utk mengubahnya.
saya agak kecewa ketika membuka samsung apps, tidak ada terlalu banyak aplikasi bada gratisan yg berguna ataupun menghibur yg bisa diunduh dari situ. ponsel ini juga bisa diinstall aplikasi java, namun saya menemukan bahwa fungsi2 aplikasi yg membutuhkan akses ke file system tidak berfungsi sempurna. jadi misalnya di aplikasi snaptu ada fitur unggah foto ke twitter, ponsel ini tidak mendukung fitur tsb. selain itu ada sedikit keanehan saat masuk ke samsung apps sering sekali terjadi error dan loading lama sekali. multitasking aplikasi sudah didukung oleh ponsel ini dg cara menakan lama bagian tengah tombol navigasi
kesimpulan singkat tentang ponsel berOS bada ini adalah fiturnya sebetulnya cukup lengkap dengan ada nya wifi, kamera 3mp, dan OS bada. namun di sisi lain ponsel ini terasa tanggung, utk disebut smartphone jumlah aplikasi yg ditawarkan masih terbatas, sementara dukungan aplikasi java terkesan tidak sempurna. kalau saya pribadi sih dengan harga yg ditawarkan lebih baik memilih ponsel berOS lain spt android atau symbian, atau memilih ponsel non OS yg hanya support java dengan harga lebih murah.

Monday, 22 November 2010

review singkat samsung champ


saya tidak bisa memberikan review panjang lebar tentang samsung champ karena saya hanya sempat memegang dan memainkannya utk jangka waktu yg amat singkat.
secara bentuk fisik samsung champ tergolong mungil untuk ponsel full touch screen walau masih agak lebih besar dibanding SE xperia mini. Bentuknya elegan dg finish glossy yg indah dipandang tp kurang enak disentuh, terutama bila tangan kita lembab saat sedang berkeringat misalnya.
layar sentuhnya tak besar mengikut bentuk keseluruhan yg mungil. Sebetulnya layar kecilnya tak terlalu mengganggu bila saja layar sentuhnya berjenis capacitive yg peka thd sentuhan jari. Layar resistive nya tetap bereaksi sentuhan jari tapi kita harus menyentuhkan ujung jari dg sedikit menekan. Sedikit membuat gusar terutama bila sudah terbiasa dg layar capacitive yg bereaksi pd sapuan halus jari sekalipun. Menggunakan stylus yg disertakan sbg alat bantu untuk menjalankan fungsi2 di layarnya malah lebih menjengkelkan lagi.
Masuk ke dalam menu akan ditemukan icon berwarna warni meriah dengan ukuran yg pas utk 'ditoel'. Tak ada yg aneh ataupun luar biasa. Sbg ponsel tak ber OS terbuka ya tak perlu berharap macam2. Games java yg disertakan pun kebanyakan berupa versi trial atau demo yg harus dibeli bila ingin dimainkan secara penuh. tak ada multi tasking aplikasi java. Meminimize aplikasi java pun tak bisa. Jadi misalnya kita sedang asyik chatting dg yahoo messenger bawaannya lalu ada sms masuk, kita harus menutup dan keluar dari aplikasi chatting sekedar utk membaca sms tersebut.

samsung champ

image

tampilan menu samsung champ

Monday, 11 October 2010

samsung galaxy5 i5503

Dari bentuk fisik sebetulnya si galaxy5 ini terkesan kurang ekslusif karena terlalu mirip dengan corby touch yg juga sudah banyak memiliki kembaran seperti lindy, genoa dsb. namun mengingat segmen target market-nya yg cenderung menengah bawah sih jadi tak bisa mengeluh. sebetulnya bentuknya gak jelek2 amat sih, tak terlalu besar atau terlalu kecil. ukurannya cukup pas bagi saya pribadi. satu-satunya yg bisa saya keluhkan adalah permukaan badan ponsel yg seluruhnya glossy dan sangat rentan kotor akibat sentuhan jari.
Dari segi layar juga menurut saya sih cukup pas, meski banyak review yg mengatakan layarnya terlalu kecil. warna lumayan tajam dan bening meski hanya ber-resolusi 240x320 pixels. cukup mudah bagi jari2 saya utk mengetik dg papan qwerty virtual maupun utk me-navigasi dalam menu-menu. adanya fitur swype sangat membantu dalam mengetik namun utk orang yg terbiasa mengetik dlm singkatan2 rasanya agak kurang berguna.
homescreen terdiri dari 7 layar yg bisa dipersonalisasi dg berbagai widgets, baik widgets android maupun bawaan samsung, lalu latar belakang bisa diganti dengan berbagai wallpaper termasuk live wallpaper yg menarik tp menguras baterai. sebagai pemula dalam penggunaan ponsel ber-OS android saya tidak berani terlalu berkomentar tentang OS-nya. namun menurut pendapat pribadi dalam mengeksekusi berbagai menu dan aplikasi si galaxy5 sudah lumayan cepat. kadang terjadi lag berupa layar hitam singkat biasanya terjadi sehubungan dengan sinyal jaringan operator yg naik turun.

aplikasi bawaan yg terinstal relatif minimalis. tapi hampir semua yg berhubungan dg layanan google sih sudah lengkap seperti gmail, gtalk, gmaps, dan youtube. email dg google sangat mudah. hampir semudah sms. apalagi bila mobile data network always on, email akan  masuk ke ponsel scr realtime spt layaknya sms. aplikasi klien ke situs2 social networking macam facebook dan twitter belum terinstal meski bisa dapat diunduh dengan mudah via android apps market. sebagai pengguna baru saya sempat mengalami histeria dalam mendownload, menginstal dan meng-uninstall aplikasi yang sedemikian banyak dan menarik utk dicoba.berikut bbrp aplikasi android yg kini ter-install di galaxy5 saya :
-twitdroyd : klien utk mengakses twitter. fiturnya cukup lengkap: url shortening, twit longer, upload photo, retweet dg comment dll

-facebook for android

-twitter for android : app resmi twitter utk android. meski jarang saya pakai tetap tdk di-uninstal :P

-twitplus : semacam plugin utk menambahi fitur twitter for android,namun saya tdk mengerti kenapa saya tdk melihat efeknya :))

-tubedroid : untuk mengunduh video dari youtube

-trackbooster : untuk mempercepat kinerja gps

-ping!chat : chat yg always on antar OS android, iphone dan BB

-ebuddy for android : app chat multi akun

-photovault : utk menyembunyikan foto2 pribadi. ehem... :P

-ringdroid : untuk memotong file lagu utk dijadikan ringtone

-battery boost : meningkatkan ketahanan baterai

-speedtest : mengetest kecepatan internet

-operamini for android : browser alternatif selaen browser bawaan

- scan2pdf : memanfaatkan kamera ponsel ut membuat pdf

-docs2go : melihat dan mengedit file2 word, excel dll

-mytumblr : app client tumblr

-plurq : app clien plurk

-astro : filemanager & explorer

-advanced task killer : utk menutup apps yg sedang berjalan

dan beberapa apps client lainnya spt wordpress, yahoo messenger, yahoo mail,go!chat(chat fb),foursquare dll.yang jelas dari segi fitur2 online sebuah ponsel ber-os android memang sangat menyenangkan. apps client utk berbagai situs tersedia di market.
dari segi multi media samsung galaxy5 cukup lengkap. ada kamera 2mp yg hasil jepretannya biasa aja. lalu music playernya menghasilkan suara yg menyenangkan bila didengar via headset. oya ada colokan headset 3.5mm yg sangat memudahkan utk berganti headset.ada gps meski agak lambat dalam menentukan lokasi. wifi juga tersedia sbg alternatif koneksi internet.
lalu apakah produk ini tanpa kekurangan? salah satu kekurangan fatal yg saya rasakan adalah kemampuan baterainya. meski banyak teman yg memakai ponsel ber-android juga mengeluhkan hal yg sama. sangat disayangkan sebuah ponsel yg mengedepankan kemampuan untuk online tidak didukung kemampuan baterai yg memadai sehingga saya selalu dihinggapi rasa waswas krn baterai yg cepat sekali terkuras energinya. oya satu lagi kelemahannya adalah memory internal yg hanya sekitar 170-an mb, sementara android versi 2.1 yg diusungnya memaksa kita untuk menginstal aplikasi2 ke memory internal yg relatif minim tsb.

Monday, 1 February 2010

samsung GT E2120

Pertama kali melihatnya, orang pasti cenderung mengira bahwa samsung GT E2120 adalah sebuah ponsel kelas bawah biasa yang tak memiliki fitur apapun kecuali sekedar bertelpon dan ber-sms-ria. Bentuknya memang sederhana, batangan biasa tanpa sudut-sudut aneh. Sentuhan warna merah pada puncak dan ujung bawahnya sedikit memberi aksen. Saat kita menyentuhnya dalam genggaman baru terasa sedikit sensasi menyenangkan yang disebabkan adanya semacam tekstur macam sisik ikan pada sekujur permukaannya yang sepintas tampil licin glossy.

Layar samsung E2120 bisa dibilang sangat mini untuk standar ponsel masa kini, dengan resolusi hanya 128x128 pixels dan jenis layar CSTN, tampilan layarnya memang terlihat agak pucat. Walaupun begitu samsung agaknya selalu bisa menyiasati kekurangan secara spek itu dengan tampilan tema dan pengaturan kecerahan maupun kontras layar hingga tampilan menunya masih terlihat cukup menyenangkan untuk dipandang.

Keypad samsung E2120 terbuat dari bahan semacam karet, yang pada awal penggunaan terasa sedikit keras saat ditekan. Namun seiring berjalannya waktu keypad ini menjadi lumayan enak untuk digunakan, agak terbantu oleh ukuran dan bentuknya yang menonjol.

Masuk ke daleman saat menekan tombol di tengah navigasi empat arah yang muncul adalah music player bukannya menu utama seperti pada ponsel lain pada umumnya. Menu utama tampil dalam bentuk ikon-ikon yang tersusun dalam grid 3x3. Tak ada yang menonjol. Ikon-ikon simpel namun tetap menarik dan jelas secara fungsional.

Fitur-fitur yang ada sebetulnya juga tak ada yang benar-benar 'wah', tapi dengan harganya yang relatif murah (499 ribu rupiah pada saat saya beli), kelengkapan fiturnya sudah lebih dari yang saya harapkan.

Di sektor perpesanan sudah cukup lengkap dengan adanya sms, mms dan email. Email-nya sangat mudah digunakan. Untuk memudahkan men-setting email sesuai yang digunakan user sudah terdapat setting wizard untuk berbagai akun yang sering digunakan seperti gmail dan yahoo mail.

Di bagian multimedia ada kamera dengan perekam video dan editor foto, music player, radio fm yang bisa direkam dan dukungan memory eksternal micro sd. Kamera tentu saja baru berresolusi VGA dengan hasil tangkapan gambar yang biasa saja. Music player-nya juga sebetulnya fiturnya biasa saja. Bahkan saya sempat kebingungan pada awal pemakaiannya, karena si music player tidak mendeteksi kumpulan lagu berformat mp3 yang telah saya salin ke dalam kartu memori. Ternyata saya harus menambahkan secara manual lagu-lagu yang saya inginkan ke dalam satu playlist sebelum bisa mulai memainkannya. Walau sedikit repot namun kekesalan saya terbayar dengan kualitas keluaran suara yang dihasilkan music player dan diperdengarkan melalui handsfree stereo yang disertakan dalam paket penjualan samsung E2120. Kualitas suara radio fm-nya juga sama keren-nya dengan music player-nya.

Lalu fitur apalagi yang layak untuk dibahas yang terdapat dalam samsung GT E2120?Adanya dukungan aplikasi java sangat membantu bagi orang-orang yang hobinya menginstal berbagai permainan dan aplikasi seperti saya. Hehehe. Memang tidak semua aplikasi dan permainan berbasis java bisa diinstal dan dimainkan dengan baik di ponsel ini, namun ketika saya coba menginstal opera mini versi 4.2 bisa berjalan dengan cukup lancar dan tidak 'lemot' sama sekali seperti pernah saya coba pada ponsel 'bermerk' lain yang berharga sama. Browser tambahan buatan pihak ketiga macam opera mini menurut saya adalah salah satu aplikasi yang wajib diinstal karena browser bawaan ponsel ini, seperti juga kebanyakn browser bawaan ponsel lain, amat minim fitur dan kemampuan.

Di samping berbagai fitur tersebut di atas, satu kelebihan samsung E2120 adalah kekuatan baterainya. Dengan daya 1000mAh dan layarnya yang mini membuat baterainya bisa bertahan rata-rata 3 harian dengan pemakaian music player, radio dan gprs (untuk browsing dan chatting) yang relatif banyak. Cukup lumayan untuk mendukung citranya yang sepertinya oleh samsung digambarkan sebagai ponsel musik murah.

Thursday, 28 February 2008

Samsung j200 vs gprs xl berlanjut...

Setelah penantian cukup panjang akhirna gprs xl temenku nyala juga. Tapi seperti biasa, selalu ada yg mengganjal : gprs-nya blm bisa digunakan pada operamini dan shmessenger (cuman 2 aplikasi ini aja yang terinstal di samsung j200 kawanku tersayang :p).
Oh ya, satu hal lagi yg mengecewakan, kini dari pihak samsung : susahnya mencari kabel data. Untuk seri yg promosinya cukup besar gini rasanya kok ketersediaan asesorisnya sangat payah ya?
Karena temanku bermaksud menjadikan j200nya sbg modem, maka dia begitu semangat mencari sarana konektivitas dari handset ke pc. Tidak beruntung laptop milik temenku agak bermasalah dgn bluetooth-nya,jadi terpaksa, dia mencari kabel data. Jungkir balik dari mall ke mall, telpon ke sana kemari bahkan telpon ke CS pusat samsung di Tomang pun nggak ada! Harus pesan dulu ke Singapore! Buset dah. Produsen sebesar dan semapan samsung gituu! Haduh. Gawat ya? Lagi2 konsumen yang direpotin. Capedee...

Tuesday, 19 February 2008

samsung j200 vs GPRS xl

Seorang teman mengutarakan keinginannya untuk bisa selalu online dimanapun dan kapanpun. Trus liat paket megadata Xl. Sempat terpikir modem 3g pcmcia, tapi harganya sama aja mahalnya. Lagian that's not my thing. Ngga gitu ngerti gw. Ya udah cari-cari hape yang support jaringan 3g tapi gak mahal. Sekarang sudah ada beberapa handset yang memenuhi kriteria di atas di luar K610i saya. Di antaranya adalah LG KU250 dan Samsung j200. Sudah pernah megang-megang KU250 and it looked unbelievable cheapish. Tombol-tombolnya keypad nya gak enak banget. Ya udah. Kayana tinggal samsung j200 aja nih. Modelnya lumayan sih si j200 ini. Agak-agak kaya samsung e590 yang katanya desainnya hasil karya seorang perancang terkenal. Secara bentuk sih nggak ada masalah. Simpel tapi tetep elegan. Keypadnya lumayan enak. Sayang samsung memutuskan untuk memberinya sebuah joystick sebagai alat navigasi menu. Joysticknya nggak begitu asik lagi. Layarnya oke banget, khas samsung, cerah dan jernih meski dimensi fisiknya nggak begitu gede. User interface-nya yang black GUI, item smua, dengan desain ikon dan elemen-elemen dalam menu minimalis tapi penuh gaya. Emang keunggulan samsung kayana di bagian ini ya. Menunya cukup mudah dimengerti, walau seperti biasa di awal pemakaian selalu terasa gamang. Kamera oke. Meski cuman 1.3mp tapi ketolong tampilan layarnya yang kinclong dan berbagai settingan khas samsung. Yang sempat bikin kaget : adanya document viewer untuk melihat berbagai file office di hape, dan tampilan ketika dicoba membuka file .doc-nya pun cukup bagus, nggak berantakan seperti di K610i saya. Yang jelas menggiurkan ya 3g-nya. Trus ada slot micro sd. Dengan harga 1,215 juta udah dapet fitur seabreg gitu emang asik. Tapi tunggu bentar, kan tujuan utama beli hape ini mau dijadiin modem 3g dengan paket megadata-nya xl. Temen saya mencoba beli xl yang pra-bayar dengan harapan bisa sekedar mencoba koneksinya. Eee, ternyata susah ya aktivasi gprs xl bebas. Dulu saya perna coba sih, kayaknya via telpon. Tapi waktu temen saya mencoba telpon ke xl malah dibilang samsung-nya harus disetting manual oleh service center samsung. Lha? Saya lihat-lihat di handset si j200, di bagian internet setting sih ada profile xl-wap dan xl-mms, sepertinya profile setting otomatis. Tapi waktu dicoba, gak bisa konek sama sekali. Sudah dicoba mengirim sms ke 9667, baik melalui j200 atau melalui handset lain(takutnya karena type handset yang nggak disupport setting via OTA). Tetep gak bisa. Kalo menurut saya sih sebenernya setting otomatic yang ada di samsung itu udah bener, cuman dari XL nya aja yang oon, gak mau repot!!! Dulu saya menggunakan samsung murahan c140 dengan setting otomatisnya pun bisa konek gprs xl (sudah diaktipin dari dulu sih). Jadi saya asumsikan setting-an di handset samsung tipe lain pun bisa digunakan. Yang diperlukan sebenrnya hanya satu : aktivasi gprs!! Temen saya sampe putus asa beberapa kali menelpon ke CS XL selalu dijawab harus setting manual ke samsung service center. Plis deh.Samsung sebagai vendor juga kan udah mikirin kayak gitu dari sebelum ngeluncurin produk. Nggak mungkin lah tiap kali ada orang beli handset samsung trus mau gprs-an kudu ke cs samsung. Mau berapa banyak antrinya? Solusinya : diinstallah setting otomatis seperti juga dilakukan beberapa vendor lain macam nokia dan motorola. Tapi setting itu tak ada gunanya kalo gprs-nya emang belum diaktipin oleh sang operator. Dalam hal ini XL. Terus terang saya belum pernah merasa sejengkel ini terhadap operator. Se-brengsek2nya indosat dan telkomsel, minimal saya belum pernah bermasalah dalam hal aktivasi gprs (dengan berbagai type dan merek hp yang saya pernah pake). XL keliatan banget ya pemalas dan nggak mau repot dikit aja, melempar tanggung jawab ke produsen hape. Atau emang CS nya XL aja yang oon jadi nggak ngerti kudu gimana?
SHAME ON YOU, XL!!!!

Thursday, 25 October 2007

samsung c140

Keinginan memiliki 2 hp gsm sebenarnya sudah agak lama muncul. Hal ini dikarenakan banyak orang yang dekat dengan saya menggunakan kartu sim simpati, sementara saya menggunakan kartu im3. Saya menggunakan im3 karena saya butuh konektivitas gprs nya yang mudah digunakan dan cukup murah(dibanding operator gsm lain).
Melihat iklan ponsel-ponsel low end baru samsung ada beberapa yang cukup menggoda. Sebetulnya saya tertarik dengan samsung c130 namun sewaktu menanyakan ke dealer resminya katanya sudah tidak ada. Pilihan saya lalu beralih ke c140. Pertimbangan saya memilihnya selain murah adalah layarnya sudah berwarna, lalu saya baca di brosur yang dikeluarkan samsung tertulis bahwa dia support GPRS dan java application. Sewaktu pertama mencobanya saya sempat terkejut karena saya tidak menemukan folder game dan aplikasi. Dan ternyata memang tidak ada!
Toh saya membelinya memang sekedar untuk sms dan telepon. Ada gprs pun sebetulnya sudah cukup beruntung untuk mendowonload gambar dan ringtone. Untuk masalah personalisasi ini saya emilih jalan meng-upload gambar dan ringtone yang saya inginkan ke situs wap pribadi saya dengan ponsel gsm saya yang satunya lalu mendownloadnya dengan c140 karena gprs adalah satu-satunya konektivitas yang dimiliki c140.
Suara ringtone(hanya support midi sepertinya) cukup jernih. Layarnya pun cerah, berjenis ufb dengan resolusi 128x128pixels. Bentuknya pun cukup elegan meski berharga di bawah 500ribu.
Yang jelas, menggunakan c140 saya merasa nyaman, tak ada perasaan waswas meski harus menggunakannya di keramaian.