Showing posts with label hape sonyericsson. Show all posts
Showing posts with label hape sonyericsson. Show all posts

Monday, 23 May 2011

Sunday, 22 May 2011

sony ericsson cedar j108i

Sony Ericsson Cedar J108i adalah ponsel murah yg sudah mendukung jaringan HSDPA/3.5G. Pada waktu saya beli(30 April 2011) harganya sekitar Rp 750.000,00. Layarnya ber-resolusi 240x320 pixels dg ukuran fisik berdiagonal 2.2". Tampilan layarnya tidak terlalu memukau. Warna terlihat jernih namun agak terlampau lembut sehingga berkesan agak pucat.
Tampilan menu utama bisa dipilih berupa grid, satu ikon per layar atau berupa susunan ikon dalam satu putaran seperti sebuah karusel.
Papan ketik masih berwujud papan ketik numerik. Ukurannya cukup besar dan empuk saat digunakan mengetik. Material pembentuk body-nya tidak licin dan agak kesat, nyaman saat disentuh. Namun tetap saja rasanya lebih nyaman mengetik menggunakan papan ketik qwerty saat harus mengetik banyak karakter huruf dan angka.
Antar muka menu masih standar seperti SE tak ber-OS terbuka lainnya. Kita dapat menjalankan beberapa aplikasi Java sekaligus, namun entah kenapa saya merasa Cedar ini tak sesigap ponsel2 SE dulu yg pernah saya gunakan. Kerap terjadi kelambatan dalam mengeksekusi menu atau aplikasi maupun sekedar menavigasi dalam menu-menu itu sendiri.
Music player seperti SE pada umumnya menghasilkan suara yang bagus. Namun sebaiknya anda gunakan earphone/headphone anda sendiri karena handsfree bawaannya kurang nyaman utk digunakan. Kamera 2 mp nya sudah cukup bagus utk digunakan sekedar ber-narsis ria meski tanpa autofokus dan lampu kilat.
Kecepatan koneksi internet biasa saja meski sudah mendukung jaringan HSDPA, tapi mungkin juga hal ini dikarenakan jaringan operator di Indonesia yang memang memble. Tapi sepertinya Cedar yang saya gunakan memang sedikit kesulitan untuk mengunci jaringan secara stabil. Kerap terjadi tangkapan sinyalnya naik turun secara drastis.

Friday, 30 January 2009

Sony ericsson k770i

Saya tertarik untuk mencoba SE k770i karena kamera 3.2mp nya yang dilengkapi dengan autofokus dan modus makro. Di samping itu harganya juga cukup masuk akal. Namun sayang seri ini baru men-support jaringan 3g aja, belum 3.5g. tapi tak apalah. Toh jaringan 3,5g yang disajikan operator lokal masih belum begitu kuat dan merata.
Saya memilih k770i yang berwarna casing coklat tua. Bodinya cukup enak dipegang karena tekstur permukaannya tidak licin. Sayang tutup casing bagian belakangnya terasa agak kurang rapet (mungkin karena sistem pengunciannya yang gak sempurna), jadi tiap dipegang rasanya 'kriyet-kriyet' gitu. Layarnya secara fisik kucil, kayaknya nggak nyampe 2 inchi, meski resolusinya udah 240x320pixels. Soal tampilan layar sih gak ada masalah : jernih banget. Yang menyebalkan ya satu tadi itu : besaran penampangnya yang kucil. menu-menunya rasanya gak jauh ama k610i yang pernah saya pake sebelumnya. Walopun katanya tipe ini udah support theme dengan menu flash, nyatanya untuk menginstall flash-nya nggak segampang itu, harus pake software tertentu yang ngonekinnya kudu sambil pejet tombol C.....huhuhu..dan sialnya entah kenapa k770i saya sampe sekarang belum berhasil juga konek dalam mode fsx....jadi belum berhasil juga install theme dengan menu flash...hiksssss....di luar theme flash itu rasanya bener-bener sami mawon ma k610i...jadi ya rasanya kayak gak ada yang baru...kemampuan di banyak sisi juga mirip banget ma k610i...salah satu pembeda terbesar tentunya adalah kameranya. Berbekal imbuhan 'cybershot' k770i mustinya sih cukup berdaya dalam hal jepret menjepret foto. Hasil fotonya memang lumayan bagus. Modus makro-nya juga lumayan banget untuk ukuran kamera ponsel, bisa motret tulisan jarak dekat dengan cukup bagus. Flash-nya juga lumayan kuat. Hal yang sangat mengecewakan di sisi imaging adalah video recorder-nya yang hanya mampu merekam video dengan resolusi maximal 176x144pixels. Basi banget secara rata-rata ponsel nokia udah bisa merekam video sampe paling nggak 24-x320pixels. Nokia 3120classic yang harganya lebih murah dari k7701kira-kira 500an ribu aja bisa merekam video hingga resolusi 620x480pixels.
Dari sisi aplikasi java juga masi mirip aja ama k610i-ku dulu. Aplikasi bisa dijadiin wallpaper. Bisa jalanin aplikasi java lebih dari satu sekaligus.
Player musik maupun video juga belum berubah. Masi versi lama yang membosankan itu. Keluaran suara melalui speaker-nya parahhhh....cempreng buangets meskipun equalizernya udah diutik2.
Kesimpulan sementara, di luar kemampuan kamera-nya menangkap still images yang lumayan bagus rasanya hampir gak ada rasa puas memakai SE k770i ini. Rasanya cuman seperti pake barang lama ditambahin kamera baru yang lumayan oke.

Monday, 12 November 2007

SE k610i yang kedua

Setelah sempat memiliki k610i selama 4bulan, kini saya berpaling kembali padanya. Kini saya memilih yang berwarna bodi putih dengan sedikit lis hitam. Meski sekedar support java,namun dgn multitasking java nya yg 'sungguhan' cukup mampu mengangkat kapabilitasnya hingga saya tak lagi merasa terlalu kehilangan kemampuan symbian 3rd edition nya nokia. K610i saya bisa membuka e-book reader,memainkan game 3d,melantunkan music via player berbasis java buatan pihak ke3,semua secara bersamaan tanpa mengalami kelambatan. Bahkan nokia e50 yang 'smartphone' dan ber-symbian 3rd edition itu pun selalu bermasalah(minimal jadi lemot) ketika harus membuka game atau aplikasi java. Membuka aplikasi java lebih dari satu secara bersamaan pun seingat saya tidak bisa dilakukan oleh e50. Yah jadi intinya saya merasa cukup puas dengan kemampuan k610i saya ini. Ada sedikit perbedaan dengan k610i saya yang pertama yang mungkin disebabkan perbedaan tipe firmware. Pada setting display di pilihan wallpaper kini ada pilihan aplikasi yang memungkinkan aplikasi berfungsi sebagai wallpaper. Sayang hanya aplikasi tertentu saja yang bisa menjadi wallpaper. Dari sisi lain sepintas sih sama persis(ini masih benda dengan tipe yang sama gitulohhhh). Kali ini saya menggunakan memory stick micro berkapasitas 1Gb hingga saya bisa puas mengisi dengan bermacam game,aplikasi,lagu dll.

Thursday, 25 October 2007

sonyericsson k550i

SE k550i ini termasuk keluarga cybershot. Jadi mustinya hasil fotonya memuaskan. Reaksi kameranya cepat. Hasil fotonya lumayan bagus. Auto fokus juga berkerja baik. Pokonya untuk ukuran kamera hape sih memuaskan deh.
Layar dengan resolusi 176x220. kali ini tampak cerah dibanding layar k610i. Mungkin karena jenis layarnya yang TFT. Navigasi dalam menu cukup cepat. Begitu juga saat membuka aplikasi. Akses ke memory card pun cepat.
Tapi ada satu kekurangan k550i yang cukup fatal dan amat sangat mengurangi nilainya secara keseluruhan yaitu keypadnya yang aneh, berbentuk tonjolan tipis-tipis yang sangat tidak enak ditekan dan sering menyebabkan salah ketik. Mengetik sms menjadi sangat menyiksa.

sonyericsson k310i

Liburan panjang dan mudiknya saya ke jogja dimanfaatkan oleh orangtua saya untuk meminta saya mengantarkan membeli sebuah ponsel baru bagi ibu saya. Kriterianya sebenarnya sederhana : harga maksimal satu juta rupiah, fitur minimalis tapi tidak kampungan banget(hehehe), dan yang pasti gampang digunakan. Sempat terpikir L6i seperti milik kakak saya. Tapi ayah saya tidak setuju karena dianggapnya L6 terlalu tipis untuk ibu saya yang cenderung ceroboh(hohoho, sorry, mom).
Akhirnya ada pilihan SE k510i,k320i dan k310i. Ayah saya lebih cenderung ke k320i. Kami sempat pergi ke pusat perdagangan ponsel di jogja. Bertanya ke suatu toko didapat : k510i langka dan harganya diatas sejuta, k320i hanya ada barang seken itupun harganya hanya berbeda sedikit dari harga baru dari SE yang tertera di iklan di koran, k310i juga harganya sedikit dibawah k320i yang membuat saya ragu.
Akhirnya kami beralih ke Customer care resmi SE yang juga melayanaipenjualan. Yang ada hanya k310i. Namun minimal harganya standar dan keaslian barang lebih terjamin.
Secara fitur k310i mirip sekali dengan z530i yang pernah saya miliki. Resolusi maupun jenis layar sama : UBC 128x160pixels yang tampak pucat dan kasar.
Fitur-fitur lain sama persis kecuali ketiadaan bluetooth dan slot memory eksternal pada k310i.
Satu keunggulan k310i dari z530i saya rasa pada kameranya. Sama-sama kamera VGA namun reaksi kamera k310i dalam menagkap gambar sangat cepat dan hasil jepretannya sangat jernih meski berada di dalam ruang yang hanya berpenerangan lampu tidak terlalu terang.
Fitur lainnya saya rasa sama persis jadi tidak perlu dibahas lagi. Hehehe.

Wednesday, 24 October 2007

sonyericsson k610i

Sebagai pengganti E1 yang kelamaan dirawat inap di service center motorola, saya membeli sonyericsson k610i. Walau bentuknya relatif kecil, namun fitur yang dibawanya cukup lengkap. Sudah support jaringan 3G dengan kamera depan untuk video call, kamera utamanya 2mp,ada slot memory eksternal(walaupun pakai m2/memory stick micro yang relatif mahal harganya),player musik yang lumayan. Namun sebenarnya hal yang paling menarik dari K610i adalah dia dapat menjalankan beberapa aplikasi java sekaligus. Jadi kali ini hampir menyerupai multi tasking sesungguhnya. Bukan sekedar player musik saja yang bisa berjalan di background seperti ponsel lain pada umumnya. Satu hal yang sepertinya sampai saat blog ini diketik(akhir oktober 2007) belum dapat dicapai oleh ponsel-ponsel berbasis java rilisan nokia maupun motorola(tidak termasuk yang dioprek, dan juga kategori smartphone). Menyenangkan juga bisa menjalankan beberapa aplikasi java sekaligus,meski sebenarnya tidak terlalu sering dibutuhkan. Paling-paling kemampuan ini digunakan saat ingin menjalankan messenger, music player bikinan pihak ketiga, dan e-book reader secara bersamaan. Namun bagaimanapun juga prestasi sonyericsson dalam hal ini patut mendapat pujian.
Di luar kemampuan java nya yang cukup luar biasa, fitur-fitur lain yang ada pada k610i cukup standard. Kamera 2mp nya memang bagus bila digunakan menjepret di luar ruang pada hari cerah. Namun di dalam ruang, hasil fotonya tidak begitu bagus. Noise begitu banyak berceceran di hasil foto indoor. Tapi minimal reaksi kameranya sangat cepat.
Di segi player, cukup lumayan walau terus terang secara pribadi saya tidak begitu suka tampilan player pada ponsel-ponsel sony ericsson.(sebenarnya tidak begitu suka pada tampilan menu keseluruhan dari ponsel-ponsel sony ericsson, yang entah kenapa memancarkan aura yang membosankan. But then again, it's a personal taste). yang jelas saya belum bisa menjajal kemampuannya secara maksimal mengingat saya belum memiliki memory card untuk menyimpan file-file lagu dalam jumlah besar. Memory internalnya hanya sekitar 16MB.
Dari segi video call, tampilannya biasa saja karena layarnya tidak begitu besar dan layar TFD nya entah mengapa agak pucat meski berkedalaman 262k warna.

Tuesday, 23 October 2007

sonyericsson z530i

Satu kecelakaan berbuntut dengan pergantian handphone. Hahaha. Nggak ada hubungannya yah?
Dalam hal ini kecelakaan yang dimaksud memang berkenaan dengan ponsel. Si langsing L7 kemolekannya bak pedang bermata dua. Badannya yang kurus dan mulus ini kadang terasa licin dipegang. Terutama saat permukaan tangan agak lembab. Nah, suatu pagi sewaktu berjalan menuju kantor, saya dikejutkan oleh bunyi penanda masuknya sms. tergesa saya mengambil si L7 yang berada di saku baju, entah mengapa L7 meluncur lepas dari tangan saya dan jatuh bebas menghantam trotoar. 'Aaargh!' saya menjerit dalam hati. Dengan waswas ku ambil L7ku tersayang yang tergeletak pasrah di permukaan trotoar yang kasar dan kotor. Ku tekan-tekan tombol keypad nya, berfungsi normal. Layarnya masih utuh tanpa goresan. Bodi nya sekilas juga tak ada goresan, hanya agak kotor. Tapi nanti dulu, di sekujur sisi kelilingnya, nampak goresan-goresan kasar pada lapisan catnya. huhuhuh.
Singkat cerita, setelah kejadian tersebut, saya lalu dengan buru-buru menukarkannya dengan sonyericsson z530 yang berbentuk clamshell. Suatu keputusan yang terburu-buru dan salah sebenarnya. Mengingat secara fitur tak ada yang baru dari z530 dibandingkan L7. Yang ada malah penurunan di berbagai sisi. Layar z530 hanya ber resolusi 128x160pixels dan berjenis UBC (katanya sih sejenis CSTN tapi lebih bagus)yang tampak amat pucat dan kasar. Dari sisi suara juga z530 lebih cempreng walaupun tak separah suara siemens cx75. Kamera walaupun sama-sama berjenis VGA namun hasil kamera z530 kalah jauh dengan hasil jepretan L7, baik di layar handphone maupun setelah ditransfer ke pc. Soal memory slot kembali z530 mengecewakan. Seperti kebiasaan ponsel-ponsel sonyericsson yang menggunakan memory stick yang khusus dan berharga jauh lebih mahal daripada micro sd pada motorola. Konektifitas via kabel data juga dimenangkan oleh L7 yang menggunakan kabel mini usb standar.Satu-satunya kelebihan z530 mungkin hanya adanya port infra red. itu pun jarang saya gunakan karena kecepatan transfer datanya sangat rendah. Oya, satu lagi kelebihan z530 adalah bentuknya yang lucu saat dalam keadaan tertangkup.

Friday, 5 October 2007

sonyericsson k300i

Setelah hape motorola e398 ku nan tersayang di copet, aku sebetulnya agak-agak malas untuk membeli hape lagi, apalagi yang fiturnya macam-macam. Setelah sempat berputar-putar kebingungan di roxi, akhirnya mataku tertumbuk pada sebuah hape mungil, sonyericsson k300i. Entah kenapa rasa trauma pasca kecopetan membuatku makin terobsesi pada hape mungil dan kompak dengan fitur sederhana. Tadinya sempat ku tertarik pada panasonic yang tipis itu tapi ternyata fiturnya parah jadi ku beralih ke SE.

Selain bentuknya yang lucu dan kompak, fiturnya sebenarnya cukup lumayan. Bentukannya minimalis, sederhana. Keypad nya cukup nyaman digunakan. Joystick nya begitu juga. Layarnya memang kucil, dengan resolusi 128x128pixels dan berjenis CSTN. Jadi tampilan layarnya terlihat kasar dan pucat. Di sebelah belakang ada grill loudspeaker yang mendendangkan suara ringtone, cukup kencang namun agak terdengar garing tanpa dinamika. k300i ini sudah support ringtone mp3. Walau dengan memori sekitar 10mb an harus pintar2 mengatur supaya tidak kehabisan memori. Akselerasi antar menu cukup cepat. Hasil test dengan jbenchmark nya bahkan jauh melebihi nokia 6600 milik temanku. Menjalankan berbagai game java tak pernah terasa lambat seperti halnya pada handset motorola, namun lagi-lagi terbentur masalah resolusi layar yang kucil hingga tidak bisa memainkan berbagai game menarik. K300i ini dilengkapi kamera VGA terintegrasi dengan tombol akses cepat di bagian samping bodi ponsel. Hasil jepretan nya masih kalah dibanding kamera VGA nya motorola e398, meski reaksi penangkapan gambarnya lebih cepat. Ada pilihan ukuran hasil foto extended yang menghasilkan foto megapixel-megapixelan alias diperbesar dengan interpolasi. Untuk konektifitas, K300i sekedar mengandalkan infrared yang lumayan lelet untuk mentransfer file-file besar. Namun kini tak ada batasan besaran file yang ditransfer seperti pada alcatel 756. Tidak ada keluhan berarti tentang handset yang satu ini kecuali layarnya yang agak parah. Soal ketiadaan memory eksternal cukup bisa dimaklumi mengingat kisaran harga yang dipatok.