Showing posts with label classic. Show all posts
Showing posts with label classic. Show all posts

Wednesday, 11 November 2009

nokia 1680 classic

nokia 1680c adalah ponsel murah (saya beli 475ribu) dg fitur lumayan. ada koneksi via GPRS maupun EDGE. udah support java midp 2.0. ada email client yg cukup tangguh : cukup setting dg bantuan wizardnya dan email anda akan selalu terhubung dan tampil layaknya pesan singkat. ada kamera vga dg kualitas seadanya. kelemahannya ada pd heap memory utk java yg sptnya kecil sekali sehingga sering terjadi error out of memory. tidak adanya bluetooth juga sedikit mengganggu utk terhubung dg perangkat lain. koneksi dg kabel data dimungkinkan tp harus anda beli sendiri kabelnya.

Tuesday, 16 December 2008

Nokia 3120classic

(Lagi-lagi) Seorang sobat mau beli ponsel baru en minta dianterin. Keinginannya jelas : hape yang terjangkau tapi fiturnya cukup lengkap, kalo bisa merk-nya cukup ngetop, hehe. Sempat mempertimbangkan SE g502 dan k630i, tapi saat melihat ke konter resmi SE harganya melambung tinggi karena dollar memang sedang naik. Kami beralih target ke nokia. Satu-satunya yang cukup murah tapi lumayan lengkap rasanya cuman 3120classic. PIlihan warna yang tersedia putih dan hitam. Temenku pilih yang putih karena lebih lucu. Tapi tetep aja yang putih cuman bagian depannya sementara casing bagian belakangnya berwarna abu-abu tua. Bodinya cukup langsing dengan ketebalan sekitar 13mm aja. Layar 3120c kira-kira sama ama 6120c-ku dengan resolusi 240x320pixels dan besar secara fisik yang mirip-mirip aja. Tapi nggak tau napa layar si 3120c ini terlihat cerah bangets. Waktu pertama liat sih tercetus,"Wow!" tapi lama-lama mata cape juga liat layar yang rasanya agak terlalu cerah itu, sementara aku terbiasa men-set brightness 6120c-ku dibawah 50%. Belum nemu dimana setting untuk mengurangi brightness layar si 3120c ini. Bisa nggak sih?? Dari soal menu 3120c ini tipikal menu nokia s40 yang baru. Ada standby menu yang mirip-mirip di symbian 3rd ed dengan susunan ikon yang siap sedia di layar standby. Menu-nya selain bisa ditampilkan secara grid, list juga bisa secara tab. Fitur lumayan lengkap, antara lain : -support jaringan 3g dengan kamera depan untuk video call Selaen itu juga support EDGE dan tentu aja GPRS. -kamera 2mp dengan flash. Hasil jepretannya lumayan dan bisa merekam video dengan resolusi hingga 640x480pixels. Sayang waktu saving file foto-nya (sehabis njepret) agak lemot. -Music player dengan skin yang bisa diganti-ganti, support view album art.- -Radio fm -support java. Loading aplikasi java rasanya cepat, tapi tetep aja nggak ada multi tasking aplikasi java. -ada slot micro sd. Katanya sih support ampe 4gb. -batere lumayan kuat 100mAh, dibangdingin 6120c-ku yang cuman 890mAh. -Instant messaging-nya bisa langsung dipake buat chat yahoo tanpa perlu instal aplikasi en bisa jalan di-background. Fitur-fitur laen standar lah ya. Oya dalem paket pembeliannya selaen handset dan batere cuman dapet charger, buku manual ama handsfree mono. Nggak ada handsfree stereo apalagi bonus micro sd.

Saturday, 3 May 2008

nokia 6120classic mati

Semalam menjelang hari libur kenaikan Isa Almasih ( 1 Mei 2008), nokia 6120classic ku entah kenapa nggak bisa dinyalain. Jadi tiap kali pejet tombol on/off nya cuman nyala sampe keluar tulisan nokia berwarna biru habis itu lalu mati lagi. Aku panik banget. Dan kecewa banget tentunya secara 6120c ku baru berusia beberapa minggu aja dan dibeli di distributor resmi (yang mustinya lebih terjamin, teorinya) yang harganya agak lebih mahal dari di toko biasa. Udah gitu hari udah larut. Mau minta bantu temen kos udah pada tewas semua (tepatnya temen yang bisa aku mintain bantuan yang udah tewas. yang laen sih masih bangun tapi percuma juga aku nanyak secara gak bakal terbantu. hohoho). Aku coba mereset dengan memejet *,3,tombol call dan tombel power bersamaan. Tetep nggak bisa. Karena udah ngantuk banget akhirnya aku menyerah dan tidur meski benak dipenuhi kegelisahan. Hahaha.
Esok harinya aku (setengah) berlari ke kamar Edi, temenku, untuk 'mengadu' tentang itu (sebelumnya aku sempat mengadu juga pada kakakku via sms. tapi yang ada aku malah diketawain karena sewaktu membeli aku memaksa untuk beli di toko dealer resmi, sementara dia bilang beli di toko biasa aja yang lebih murah).
Edi lalu menyarankan untuk di hard reset aja. Aku bilang udah aku coba, tapi akhirnya aku pikir apa salahnya dicoba lagi. Kini dengan kehadiran orang yang lebih berkompeten tentang ini (hahaha). Ternyata tidak sekedar dipejet bersama. Jadi tobol 3,*, dan tombol callnya harus tetep dipejet sampe keluar pilihan untuk mereset di layar. Ampun deh. Malu banget rasanya udah panik sampe mau nangis (gimana gak nangis baru beli dah nge -blank gitu). Edi menuduhku terlalu banyak menginstal aplikasi. Hihihi. Emang sih aku suka kemaruk nginstall aplikasi. gak pilih-pilih mana yang bener-bener perlu. Hohoho. Tapi mungkin juga karena sebelumnya aku sempat iseng mengupgrade quickoffice, kutimpa dengan versi yang lebih baru. Tapi nggak tau juga sih. Mungkin ada yang tau kenapa?

Wednesday, 23 April 2008

nokia 6120classic

Waktu pertama melihat wujud 6120c tak terbayang dalam benak bahwa mahluk mungil ini, yang sepertinya nggak ada bedanya dengan handset kelas menengah lain, adalah sebuah smartphone dengan operating system symbian. Bentuknya sama sekali nggak mengesankan. Apalagi waktu saya pertama meminjam milik abang saya, yang saya lihat adalah sebuah handset hitam dengan lis krom yang kucil dan tidak mengesankan perwujudan sebuah smartphone. Apa bedanya dengan 3110c yang saya miliki? Besarannya aja mirip-mirip. Tapi begitu melihat dalemannya....wheew. Rasanya seperti bertemu kawan lama. Mirip dengan e50ku tersayang dulu (ya jelas kali ya wong versi symbiannya sama walo mungkin beda tingkat) . Cuman kali ini layarnya lebih tajam dengan 16juta warna, masih dengan resolusi 240x320pixels. Ketika akhirnya gw beli 6120c-ku sendiri aku pilih yang berbodi putih, juga dengan lis warna krom. Kalo menurutku pribadi sih lebih lucu yang putih daripada yang hitam (sori mas Roni, nggak maksud nyindir punyamu lhooo...hehehe) . Cuman sayang bodinya yang putih susu ini agak terlalu licin saat dipegang.
Kembali ke masalah daleman, sepertinya navigasi dalam menu dan aplikasi nggak selemot pada e50 dulu. Yah maklum, kecepatan prosesorna beda...hehehe. Lalu 6120c ini udah support jaringan 3G dan 3.5G. Ada kamera depan untuk video call (bisa juga buat ber-narsis-ria foto2 diri, my fave hehehe). Kamera utamanya 2mp, tapi hasil kualitasnya biasa aja meski ada flashnya. Kalo untuk kondisi indoor dengan jarak cukup dekat sih kadang flash masi bisa membantu. Tapi begitu jauh dikit, bubar deh.
Tapi waktu menjelajah lebih dalam menu-menunya, gw sempet agak kaget juga. Aplikasi bawaan yang ditanamkan di dalamnya minimalis banged. Aplikasi untuk membuka dan mengompres dengan zip nggak ada. Aplikasi search nggak ada. Yang paling parah antivirus juga nggak ada!
F-secure harus di donwload dulu dari aplikasi download bawaan, itupun dapetnya yang versi free evaluation. Untungnya gw masi punya simpenan aplikasi2 symbian 3rd ed-nya e50 dulu. kebanyakan masih bisa dijalankan di 6120c (meski harus dengan bolak balik mengganti settingan tanggal di handset, hihihi). Dan seperti biasa kalo punya hape baru, aku juga langsung mendownload berbagai aplikasi baru untuk hapeku. Kini lebih banyak pilihan karena nggak hanya aplikasi dan games java aja (terus terang aku malah nggak begitu suka aplikasi java pada hape symbian, apalagi aplikasi yang perlu mengakses file internal dalam hape, karena sering terbentur masalah perijinan[kayakna masalah jsr75 nya yah?atao karena nggak ada certificate-nya kali?]. Misal file explorer berbasis java-> tiap kali mau buka folder/file ditanya dulu kasi ijin nggak...haduhhh pokonya ribet deh). Yah gitu deh, gw juga nggak begitu tau kenapa (hehehe), pokonya kalo di hape berbasis symbian kayana tetep enakan pake aplikasinya yg symbian. Kalo game atau aplikasi yang gak perlu akses file si gapapa pake java.
Yah, kesimpulannya sih gw cukup puas pake 6120c. Cukup worthed lah ma harganya. Setelah abis pake hape yang cuman bisa java doang, kembali lagi ke hape berbasis symbian rasanya enak bangets. Hihihih. Seperti kembali duduk di sofa yang empuk. Meski kadang masih suka waswas juga masalah nge-hang apa nggak ya. Tapi kayaknya si 6120c ini jauh lebih stabil daripada e50ku dulu yang langganan lemots tralala. Semoga aja tahan lama.

Thursday, 25 October 2007

nokia 3110classic

Meski sudah memaki-maki nokia dan menyatakan bahwa e50 adalah nokia terakhir saya, nyatanya saya mengingkarinya dengan membeli nokia 3110classic.
Kali ini tidak ber symbian dan cenderung minimalis.
Layarnya hanya 128x160 pixels, meski tertolong dengan kedalaman 262k warna dan memang tampilannya cukup cerah walau agak kasar.
Kameranya 1,3mp, cukup bagus untuk memfoto di luar ruang, tapi begitu masuk ke dalam ruangan, meski ruangannya berlampu cukup terang, banyak bagian gelap yang muncul di hasil jepretan. Hasil rekaman videonya juga parah.Saya bandingkan hasil kameranya dengan SE k310i yang notabene masih vga di dalam ruang jauh lebih bagus hasil jepretan k310i.
Soal suara cukup bagus dan jernih. Music playernya juga lumayan walau sayangnya tidak bisa membuat playlist dari ponsel.
Aplikasi java juga disupport dengan cukup baik. Semua standar dan tanpa keluhan kecuali soal resolusi layar yang membuatnya tidak bisa memainkan banyak game menarik yang sekarang umumnya ber resolusi 176x220 ke atas.
Satu hal yang menarik dari 3110c adalah adanya messenger bawaan yang support yahoo dan bisa berjalan di background. Sangat menolong mengingat 3110c tidak support multitasking aplikasi java macam ponsel-ponsel baru SE. Lalu ada juga aplikasi yahoo go yang walau tampilannya menarik, sebenarnya tidak begitu penting. You won't die without it, hahaha.
Kelebihan lainnya dari 3110c adalah konektivitas kabelnya menggunakan mini usb standar. Lalu port audionya menggunakan port 2,5mm dengan mencolokkan converter 2,5mm ke 3,5mm saya bisa menggunakan earphone standar(3,5mm) yang saya sukai.