Showing posts with label hape lainnya. Show all posts
Showing posts with label hape lainnya. Show all posts

Tuesday, 4 November 2014

Xiaomi Redmi 1S

Ponsel satu ini kedatangannya ke Indonesia sempat membuat heboh. Memilih metode pemasaran dengan sistem Flash Sale alias penjualan dalam waktu terbatas di sebuah situs jualan online terkenal Redmi 1S ini membuat banyak orang termasuk saya penasaran bercampur kesal karena sulitnya untuk membeli ponsel ini. Hingga Flash Sale ke-5 yang digelar tiap hari Kamis barulah saya sukses mendapatkan sebuah Xiaomi Redmi 1S.
Setelah akhirnya memperoleh ponsel yang membuat heboh ini apa kesan-kesan saya?
Bentukan fisik luar sih cukup bagus. Dengan buatan yang cukup halus dan material yang berkesan cukup kokoh ponsel ini sama sekali tak berkesan murahan. Layarnya selebar 4.7" cukup indah menampilkan warna-warni aneka foto.
Masuk ke menu kita disambut tampilan khas MIUI dengan warna-warna meriah. Menurut saya pribadi sih MIUI ini adalah salah satu daya tarik utama ponsel ini. Dengan menu dan tampilan yang menarik namun sederhana, aneka pengaturan yang mendetail membuat ponsel ini bukan sekedar sebuah perangkat android biasa. Namun tampilan yang indah ini tentu harus dibayar dengan tingginya penggunaan RAM dan prosesor ponsel ini. Saya sendiri beberapa kali mengalami ponsel Redmi 1S saya seperti berhenti mendadak dan tak dapat difungsikan selama beberapa saat. Mungkin memang spesifikasinya yang berotak quadcore, RAM 1 GB sepertinya kurang mencukupi untuk menunjang MIUI yang menuntut performa grafis prima.
Di aneka forum diskusi memang ada dibahas aneka cara untuk mengatasi masalah ini, antara lain dengan menginstal custom ROM yang lebih ringan. Tapi menurut saya orang membeli ponsel Xiaomi Redmi 1s untuk mendapatkan MIUI-nya, jadi tak ada guna membeli sebuah ponsel Xiaomi bila akan diflash dengan custom ROM.

Untuk multi media, semua bagi saya memuaskan. Kamera, music player, performanya cukup lah untuk penggunaan sehari-hari saya.

Kesimpulan saya setelah menggunakan Xiaomi Redmi 1S selama beberapa saat adalah ponsel ini sangat pantas untuk dimiliki dengan harga hanya satu setengah jutaan. Namun saya sendiri pada akhirnya jarang membawa ponsel ini untuk penggunaan sehari-hari. Ukuran 4.7" nya masih terlalu besar untuk tangan saya, belum lagi bila harus digunakan di dalam kereta api commuter line jabotabek yang selalu penuh sesak itu. :D

Wednesday, 24 April 2013

sedikit tentang lenovo s880

Seperti biasa saya selalu lambat dalam menulis suatu review tentang ponsel. Kali ini saya akan menceritakan sedikit kesan dan pesan saat saya menggunakan lenovo s880 yang lagi-lagi bendanya sudah berpindah kepemilikan alias saya jual. Hehehe.
Lenovo s880 memiliki layar sentuh berdiagonal sekitar 5 incian dengan resolusi 800x480 pixels, tidak terlalu halus memang, titik-titik pixel masih cukup terlihat, namun masih cukup jernih untuk dipandangi berlama-lama. Responsivitas layarnya terhadap sentuhan baik, dipakai untuk menggambar atau sekedar coret-coret dengan aplikasi sketchbook mobile cukup nyaman.
Processor yang dipakai sepertinya masih single core 1ghz. Untuk penggunaan kasual sehari-hari sih cukup nyaman. Oya, lenovo s880 menggunakan launcher ideadesktop milik lenovo sendiri dengan theme yang bisa ditambahkan (download dari launcher.lenovo.com). Tampilannya biasa saja. Tak banyak aplikasi tambahan dari Lenovo-nya. Tapi ada beberapa fitur sederhana yang penting dan sangat membantu antara lain kemampuan untuk mem-back up semua aplikasi ke memory eksternal dan kemampuan untuk menentukan dari awal memory eksternal atau internal yang jadi default untuk menginstal aplikasi. Kedua hal ini belum saya temukan di beberapa android merk lain yang saya coba, bahkan merk ternama seperti samsung sekalipun. Kebanyakan android merk lain mengharuskan pengguna untuk me-root device-nya terlebih dahulu sebelum bisa mem-backup aplikasi-aplikasi yang sudah terinstal.
Di luar kedua hal itu fitur-fitur lain cukup standar android Ice Cream Sandwich dengan sentuhan lenovo di sana sini. Hasil kamera 5 megapixels yang dilengkapi autofokus cukup baik meski kadang warna sedikit pucat. Keluaran suara dari music player cukup baik bila didengarkan dengan earphone yang baik, handsfree bawaannya kurang bagus.
Secara umum pengalaman menggunakan lenovo s880 selama kira-kira 6 bulan cukup menyenangkan tanpa kendala berarti. Proses rooting pun bisa dilakukan dengan cukup mudah (caranya silakan lihat di forum diskusi terkemuka indonesia).

 

Berikut spek lenovo s880 :

  • HSPA support
  • 5" LCD with a resolution of 800 x 480 pixels
  • MTK 6575 chipset single-core 1 GHz Cortex-A9 CPU and PowerVR SGX531 GPU
  • 512MB RAM
  • 5MP autofocus camera with 720p video recording
  • VGA front-facing camera
  • 4GB internal storage, microSD card slot
  • Dual-SIM support

Saturday, 8 September 2012

Ainol aurora 2

saya sudah mulai tertarik dengan merk ainol sejak beberapa produk multimedia playernya mulai muncul di forum jual beli kaskus. Kemudian merk tersebut mulai meluncurkan produk-produk ber-OS android yang cukup menarik. Ketika kemudian ainol aurora 2 muncul saya sungguh tak bisa menahan diri untuk tidak mencobanya demi melihat spesifikasinya yang menggiurkan dibanding dengan harganya. Berikut beberapa poin penting fiturnya :
-OS ice cream sandwich 4.0.3
-processor dual core 1.5Ghz
-layar IPS LG
Hal yang sedikit menakutkan ketika membelinya adalah ketidakjelasan garansi dan layanan purna jualnya. Namun mengingat harganya yang relatif murah sepertinya cukup layak untuk dicoba.
Ketika memegang ainol aurora 2 pertama kali saya cukup puas melihat hal-hal sebagai berikut :
-bentuk tipis elegan dengan build quality cukup mantap, ringan namun cukup kokoh
-layar memang kinclong dengan resolusi 1024x600 pixels
-performa dalam menjalankan berbagai jenis aplikasi dan game memuaskan.
Namun memang sepertinya spek mewah dengan harga murah sepertinya memang bukan paduan yang pas karena ternyata kemudian aurora 2 saya mengalami beberapa masalah :
-indikator baterai sempat ngaco, lama menunjukkan angka 100% meski telah digunakan beberapa saat. Namun masalah ini bisa diselesaikan dengan baterai calibration.
-layar sentuhnya tak enak digunakan untuk menggambar. Sulit bisa menarik satu garis lurus tanpa putus. Layar aurora 2 ini bahkan sama sekali tak bisa digunakan dengan stylus sketsa seperti adonit jot.
-kualitas internal sd card rendah atau manajemen memory buruk. Berulangkali saya mengalami error pada internal sd card. Hal ini sangat mengganggu karena tablet jadi tak berfungsi sebagaimana mestinya. Saya jadi terpaksa mem-flash ulang tablet saya dan kehilangan banyak data maupun aplikasi penting.
Kesimpulannya? Walau spek yang ditawarkan memang menggiurkan, namun ketidakjelasan purna jual dan munculnya gangguan yang kecil tapi mengganggu seperti telah saya sebut di atas sangat merusak kesan baik tablet ini. Terus terang saya akan berpikir ribuan kali dahulu untuk membeli produk ainol lainnya. :-)

Tuesday, 26 June 2012

Huawei Boulder U8350

Alasan saya membeli huawei boulder sudah tentu tiada lain karena ponsel ini adalah sebuah ponsel ber-OS android dengan harga yang menurut saya SANGAT murah! (saya membelinya dengan harga enam ratus ribu rupiah saja). Selain itu faktor bentuknya yang mengusung papan ketik qwerty fisik plus layar sentuh cukup menarik bagi saya untuk mencobanya. Papan ketik qwerty-nya sangat nyaman untuk digunakan. Bagaimanapun papan ketik fisik tetap lebih nyaman digunakan daripada papan ketik virtual. Adanya papan ketik fisik berimbas pada mengecilnya bidang untuk layar. Layar sentuhnya berjenis kapasitif yang sangat responsif terhadap sentuhan, sayang sekali dimensinya hanya berdiagonal 2.6 inchi. Namun tetap cukup nyaman untuk penggunaan sehari-hari.

Harga yang sedemikian murah tentunya berimbas pada spek teknis ponsel ini. Satu hal yang paling terasa yaitu processornya yg hanya 528mHz (oleh benchmark dikenali sebagai 600mHz). Memory internalnya juga sebatas 256MB. Pada awal penggunaan, dalam kondisi firmware bawaan, saya menginstall sedemikian banyak aplikasi yang menyebabkan boulder saya sering mengalami force close ketika membuka aplikasi. Selain itu juga sering terjadi lag ketika menavigasi dalam menu.
Kemudian saya beranikan diri untuk mengikuti jejak beberapa rekan sesama pengguna boulder di thread kaskus yang telah mem-flash ulang boulder mereka dengan firmware versi operator Orange UK. Ternyata setelah di-flash dengan FW tersebut terasa ada peningkatan dalam navigasi menu dan membuka aplikasi, terasa jauh lebih ringan meski saya lagi-lagi memenuhi boulder saya dengan sekian banyak aplikasi.

Oya, boulder ini dilengkapi kamera 3.2MP dengan hasil foto lumayan. Keluaran musik juga bagus. GPS-nya sangat cepat me-lock posisi. Kualitas fisiknya juga bagus, tidak kalah dengan ponsel yang mereknya lebih terkenal.

Dan jangan lupa bahwa boulder ini juga cukup mudah untuk di-root dan memudahkan proses oprek-oprek lebih lanjut.

Kesimpulannya : dengan harga sangat murah ponsel ini memiliki fitur berlimpah yang sudah cukup berkualitas walau di beberapa sektor memang dipangkas speknya. Ponsel ini sangat recommended bagi yang ingin memiliki handset android murah untuk kebutuhan online seperti chatting dan social media. Untuk gaming memang kurang cocok mengingat layarnya sempit dan processornya yang minim. Namun kalau sekedar main game sederhana seperti angry birds, cut the rope sih saya coba masih lancar-lancar saja. Pokoknya dengan harga sangat murah saya tidak kecewa dengan semua fitur dan kemampuan huawei boulder ini.

Thursday, 5 January 2012

review alcatel ot 710d

waktu iseng-iseng membuka kaskus.us saya menemukan seseorang yang menjual beberapa ponsel alcatel baru yang kebanyakan bertipe touchscreen. saya segera terpikat pada salah satunya yaitu ot 710d. saya semakin tertarik setelah membaca berita bahwa alcatel memang telah kembali masuk secara resmi ke pasar ponsel indonesia. akhirnya saya membeli alcatel ot 710d yang mendukung dual simcard ini. secara kualitas desain fisik maupun bahan pembuatnya ponsel ini masih lebih bagus dari ponsel lokal pada umumnya yang terkesan asal jadi.

ponsel ini bertipe batang biasa dengan layar touch screen 2.8" berjenis resistif. karena masih resistif, perlu sedikit tenaga untuk menavigasi menu di layar ot 710d ini. bisa juga kita gunakan kuku atau stylus berbentuk seperti pemetik gitar yang disertakan dalam paket penjualan. oya, paket penjualannya berisi : ponsel, baterai 850mah, handsfree stereo tipe in ear namun biasa saja kualitas suaranya, kabel data, charger, gantungan hape sekaligus penggantung stylus, dan buku manual.

layarnya cukup jernih namun agak kasar karena hanya beresolusi 240x320 pixels.pada layar standby kita bisa meletakkan berbagai macam widget maupun icon aplikasi yg bisa kita drag&drop dari layar menu termasuk juga icon shortcut aplikasi java yang kita instal sendiri. selain itu di bagian atas layar ada drop down menu untuk area notifikasi, agak mirip dengan yang terdapat di android. sayang layarnya yang resisitif sangat mengurangi kenikmatan menjelajahi menu yang sebetulnya tertampil cukup cantik dan menarik (kalau tidak mau disebut seperti android wannabe). oya, keypad virtual-nya bisa dipilih antara keypad virtual numerik atau tipe qwerty. keypad virtual qwerty yang bisa dimunculkan di tiap menu yang membutuhkan mengetik ini sangat membantu proses mengetik.

hanya terdapat dua tombol fisik di bawah layar yaitu tombol call dan hangup. di antara kedua tombol ini ada bagian yang bisa menyala biru sebagai notifikasi bila ada telepon masuk, sms dan lain-lain. di sisi samping kanan ponsel ada tombol volume.

ikon-ikon menu utama bisa di tata ulang maupun disembunyikan/dimunculkan sesuai selera kita. hanya ada 4 theme namun sebenarnya hanya ada 2 jenis tampilan yaitu gelap/hitam dan terang/abu-abu muda. di sektor multimedia ada kamera 2 megapixels yang kualitasnya tidak bagus. ketiadaan tombol fisik untuk shutter camera semakin memperburuk kualitas foto karena untuk mengambil gambar kita harus menyentuh bagian tertentu dari layar,sementara sedikit saja gerakan membuat gambar yang diambil kamera menjadi tidak fokus. ada radio. music playernya cukup bagus di kualitas suara, tampilan playernya sudah mendukung album art atau menampilkan lirik. video playernya hanya bisa memainkan file video dengan format sangat terbatas. file manager yang ada kurang enak digunakan untuk mengorganisir berkas-berkas. meski katanya ponsel ini mendukung microsd hingga 8gb, namun pada kenyataannya pada microsd 2 gb yang baru terisi 600mb-an sudah terasa lemot saat mengeksplore isi memory card menggunakan file manager bawaan. hal ini sangat terlihat ketika membuka folder berisi berkas-berkas mp3 atau musik.

ponsel ini mendukung aplikasi java. dalam keadaan default sudah terinstal aplikasi facebook, twitter, opera mini 4.2, dan palringo. facebook dan twitter-nya benar-benar berupa aplikasi dan bukan sekedar jalan pintas ke situs mobile-nya. palringo-nya, yang merupakan aplikasi messenger multi platform multi akun, agak lemot dalam proses login dan seringkali terputus sehingga mengganggu jalannya chatting. sepertinya dukungan java di ponsel ini tidak begitu baik karena kebanyakan aplikasi yang saya coba instal terasa lemot ketika dijalankan. banyak game bahkan sama sekali tidak bisa diinstal.

secara umum kesimpulan yang saya ambil dari ponsel alcatel ot710d ini adalah secara tampilan fisik maupun menu yang agak 'android wannabe' sih oke, namun performa ketika membuka aplikasi j2me maupun mengeksplor berkas yang lemot sangat merusak kesan cantik desain ponsel ini. hal ini diperparah dengan layar resistifnya yang membutuhkan sedikit tenaga untuk mengeksekusi menu. namun mengingat harganya yang cukup murah saya rasa kelebihan maupun kekurangannya cukup layak untuk diterima.

tambahan : pada januari 2012 saya melakukan upgrade firmware dengan bantuan software OneTouch Upgrade dari Alcatel. proses upgrade ini mewajibkan saya terhubung dg internet. prosesnya cukup mudah dan tak makan waktu lama (tergantung kecepatan koneksi internet). hasil dari upgrade ini? sepertinya ada sedikit perbaikan dalam responsifitas layar sentuhnya, lebih sigap menanggapi input sentuh. perbaikan lainnya masih saya cari2

Sunday, 6 November 2011

Thursday, 22 July 2010

huawei hattrick g6611

Setelah meluncurkan beberapa tipe ponsel qwerty dengan hanya satu slot simcard, akhirnya huawei merilis ponsel qwerty dengan dua slot simcard yaitu g6611 atau disebut juga hattrick. Diebrinya nama kode hattrick rupanya berkaitan dengan diluncurkannya menjelang piala dunia 2010. Di dalam ponsel ini memang terinstall secara bawaan sebuah aplikasi untuk memantau berita2 seputar sepakbola. Di casing sebelah belakang juga tergambar sebuah figur sedang bermain bola yang agaknya berusaha menguatkan kaitannya dengan piala dunia.
Awalnya saya tak tertarik melihat ponsel ini, melihat modelnya yang berwarna hitam, begitu biasa dan agak mirip dengan htc snap. Namun saat Indonesia Cellular Show 2010 saya melihat hattrick yg berwarna putih di booth huawei. Kebetulan saya memang sedang berencana membeli sebuah ponsel dengan kemampuan dual simcard gsm, maka jatuhlah pilihan saya pada huawei hattrick.

Penampakan si hattrick. teruatam yang putih, cukup menarik. Keypad qwerty-nya mudah dioperasikan. Saya tidak menemui kesulitan beradaptasi meski berganti-ganti menggunakan hattrick dan nokia e63. Layarnya terasa kecil dengan diagonal yang diklaim selebar 2.2".
Layar standby mirip dengan kebanyakan hape lokal lain yang dihiasi menu shortcuts di bagian bawah layar agar mirip dengan layar standby BB. Ikon-ikon shortcut yang terpampang pada layar utama bisa dipersonalisasi, namun sayang tidak bisa untuk menampilkan shortcut ke aplikasi java tertentu kecuali yang merupakan bawaannya macam nimbuzz, facebook chat dan hattrick.

Masuk ke menu utama, aroma ponsel lokal ex china berbasis MTK makin terasa. Susunan menu dan antarmukanya tak jauh berbeda dengan ponsel ex negeri tirai bambu lain yang sudah saya coba seperti k-touch dan HT. Namun disini penggambaran ikon, font menu, maupun berbagai elemen grafis menunya terasa lebih rapi sehingga lebih enak dipandang. Pergerakan dalam menu-menu cukup lancar. Sub menu berbasis text list dengan shortcut angka seperti pada hacin pada umumnya.

Fitur-fitur juga standar seperti kebanyakan hacin karena itu akan saya bahas beberapa topik tertentu saja :

*kamera> meskipun diklaim beresolusi 1.3megapixel namun hasil kamera hattrick sangat mengecewakan, tak jauh beda dengan kamera vga yang terdapat pada ht g30. gambar tak tajam dengan warna-warna pucat.

*music player> kira-kira setara dengan hacin pada umunmnya. keluaran suara cukup jernih namun sedikit cempreng. terdapat equalizer untuk mengatur keluaran suara, namun lebih berpengaruh bila suara didengarkan via handsfree atau earphone bercolokan 3.5mm lainnya.

*browser bawaan> browser bawaanya berjenis maui seperti hacin lainnya. namun sudah cukup baik untuk membuka situs2 mobile macam facebook, twitter dll tanpa lemod berkepanjangan.

*aplikasi java : dalam keadaan default sudah terinstall opera mini 4.1, nimbuzz, hattrick dan facebook chat (facebook chat ini sebenarnya tidak jelas apakah berbasis java atau tidak). Dukungan terhadap aplikasi java-nya masih kurang baik, terutama untuk aplikasi yang membutuhkan memory besar dan dukungan grafis yang baik. Namun setidaknya aplikasi java yang sedang berjalan bisa di-minimize. Untuk sementara ini aplikasi yang saya install di hattrick saya antara lain : snaptu (untuk fesbukan,twit dan rss reader), mini commander (utk file manager), bolt (browser alternatif), ebuddy beta, shmessenger, nefanasa (ketiga ini untuk chat).

Wednesday, 6 January 2010

smart haier c700 & nokia 1680classic

sent from my deep red device :)

haier c700

saya tertarik pada haier c700 yang dibundling oleh operator smart karena ingin mencoba koneksi internet smart yang oleh beberapa rekan dipuji kehandalan dan ekonomisnya (baca : murah :D). karena dana saya pas-pasan pilihan saya jatuhkan pada ponsel yang bisa berfungsi sebagai modem yaitu haier c700. hape satu lagi dalam program 'ponsel modem murah' yang zte (lupa kode tipe nya) urung saya pilih karena body-nya yang silver glossy.
jujur aja saya menggunakan ponsel haier c700 ini hampir sepenuhnya hanya sebagai modem dan sarana untuk ber-internet-ria, karena itu saya tidak begitu mengerti fitur-fitur lain di luar koneksi internetnya.
untuk browsing di ponsel c700 menyediakan browser wap dan native opera mini. browser wap-nya nyaris tak pernah dipakai karena merepotkan dan kapabilitasnya rendah sekali. opera mini bawaan nya mirip opera mini versi java versi 4.2 tapi sepertinya bukan karena ponsel ini basisnya BREW. sistem yang rasanya masih asing di indonesia ini menyulitkan pengguna untuk menginstall aplikasi tambahan layaknya pada ponsel gsm dengan JAVA-nya.
tapi untuk ponsel seharga 399ribu(plus pajak 39.9ribu) opera mini bawaannya sudah cukup tangguh untuk browsing berbagai site. untuk download maupun upload file-file berukuran lumayan besar pun bisa dilakukan via opera mini bawaannya. saya sering mendownload lagu berformat mp3 dari operamini saat saya merasa terlalu malas untuk menyalakan laptop :D
di luar opera mini bawaan yang lumayan fitur lain yang bisa dibanggakan dari c700 ini rasanya adalah adanya slot memory eksternal micro sd dan adanya music player. music player-nya bener-bener 'basic' secara fungsi jadi tidak bisa terlalu diharapkan mengingat keberadaannya yang asal ada.