Showing posts with label murah. Show all posts
Showing posts with label murah. Show all posts

Wednesday, 29 October 2014

Evercoss A7E

Alasan membeli ponsel ini? Desainnya simpel (walau agak terlalu mirip iPhone 5c), ukuran tak terlalu besar, spek lumayan dibanding harganya.


Spek lumayanlah dengan prosesor quadcore, RAM 512 MB (denger-denger sih dari sononya sudah support swap RAM, tapi saya belum pernah coba), OS yang digunakan sudah android 4.4.2 Kitkat. Bahkan sebulan setelah saya membelinya ada update firmware resmi dari pihak Evercoss yang menambahkan fitur Hotknot (semacam NFC ala pokal) dan Smart access (fitur gesture yang salah satu di antaranya adalah kemampuan membangkitkan nyala layar ponsel dengan dua ketukan seperti yang terdapat pada ponsel-ponsel LG). Fitur double tap to wake-nya bagi saya cukup membantu dan mengirit tombol power.

Tapi yang paling penting bagi saya adalah camera 8 MP autofocus + flash-nya. Hasil jepretan kameranya sangat lumayan untuk sebuah ponsel seharga delapan ratus ribuan.


Dari segi performa dalam pemakaian sehari-hari tak ada masalah fatal. Tak ada gejala kelemotan meski saya termasuk gila-gilaan dalam menginstal aneka aplikasi messaging dan sosial media. Sedang untuk bermain game saya kurang tahu karena saya memang tak begitu suka main game.

Kamera memuaskan. Musik dan multimedia lain memuaskan. Bongkar pasang aplikasi tak ada masalah.

Rooting cukup mudah. Bahan-bahan untuk oprek tersedia cukup banyak di grup facebook a7e.

Penggunaan dengan satu tangan pun nyaman karena ukuran layar hanya 4", bentuknya cukup pas di tangan.

Untuk menyempurnakan tampilan agar makin mirip iPhone luar dalam tinggal menutup body dengan garskin berlogo apel kroak dan untuk daleman alias software-nya agar mirip iPhone tinggal menginstal iLauncher, iControl dan iNoty. Simple :)


Lalu apakah tak ada kelemahan pada ponsel ini? Banyak!

Di grup facebook a7e banyak yang mengeluhkan baterai a7e mereka 'hamil' atau 'membengkak' setelah pemakaian dalam waktu relatif singkat atau sekitar sebulanan saja. Lalu ada pula beberapa orang mengeluhkan lensa kamera mendadak 'gopel' atau 'tercuil' tanpa sebab jelas.

Saya sendiri setelah pemakaian sebulan belum ada gejala 'penggembungan' baterai. Namun yang jelas saya rasakan adalah kapasitas baterai yang menyedihkan untuk memenuhi kebutuhan daya ponsel. Memang dengan kapasitas sekedar 1650 mAh sepertinya kurang untuk sebuah ponsel berotak quad core. Dalam sehari saya minimal 2 kali mengisi ulang daya listrik a7e saya.


Saturday, 21 June 2014

Polytron C283 : ponsel 200 ribuan bisa Whatsapp

Ponsel seharga duaratus ribu rupiahan bisa Whatsapp? Ponsel android murah kah? Atau Nokia S40?

Samasekali bukan. Polytron C283 hanyalah sebuah feature phone biasa tanpa OS terbuka layaknya ponsel pintar. Bahkan mobile java application pun tak bisa diinstal di ponsel ini. Lalu bagaimana ponsel ini bisa menyematkan fitur Whatsapp ? Entahlah. Mungkin ponsel ini memiliki sistem atau OS khusus yang tak banyak diketahui awam. Setidaknya fungsi Whatsapp yang menjadi jualan utama ponsel ini bisa berjalan cukup lancar (asal jangan pakai kartu sim indosat seperti saya, yang dijamin lemot) meski dengan fitur berkesan seadanya, asal terhubung saja. Di luar dukungan Whatsapp ponsel ini memiliki sejumlah fitur khas ponsel lokal eks tiongkok seperti analog TV (yang sayangnya penerimaannya tak begitu bagus), music player, kamera, bluetooth, ebook reader, video player yang bisa memainkan file berekstensi flv dan lain sebagainya. Untuk koneksi internet ponsel ini hanya mendukung jaringan GPRS. Sayang sekali karena browser bawaan ponsel ini sebetulnya cukup bagus dalam menampilkan berbagai situs web, namun dengan kecepatan jaringan GPRS  bisa dibayangkan betapa lemotnya untuk membuka satu halaman web yang kompleks.

Oya di antara menu tersemat sebuah icon bertuliskan 'application'. Saat dibuka ini dimaksudkan sebagai semacam application manager untuk memantau aplikasi yang sedang berjalan. Agak aneh menurut saya karena aplikasi yang bisa berjalan dibackground sepertinya hanya music player dan radio. Apa perlunya membuat satu task manager khusus hanya untuk memantau dua aplikasi yang tak terlalu berguna itu? Entahlah. Sepertinya ponsel ini masih menyimpan banyak misteri yang harus diekplorasi lebih lanjut. Secara tampilan menu dan antarmuka C283 ini sedikit mengingatkan pada Nexian Cappucino dengan menu utama terbagi beberapa halaman yang bisa diganti-ganti efek peralihan antar halamannya. Namun Nexian Cappucino tentu masih jauh di atas ponsel ini karena dia mendukung instalasi aplikasi java, dan memiliki banyak elemen yang mirip dengan android seperti widget di layar standby dan lain-lain, sedangkan C283 ini masih terbilang sangat sederhana. Sejauh ini yang saya ketahui tentang Polytron C283 hanyalah bahwa ponsel ini menggunakan chip Spreadstrum sc6531.

Friday, 14 June 2013

polytron c200

mendengar merk polytron yang terbayang di benak adalah TV, kulkas atau alat elektronik rumah tangga lainnya. tapi sudah beberapa tahun terakhir ini merk ini meluncurkan juga telepon selular.

kali ini lagi-lagi kebutuhan akan ponsel cadangan membuat saya melirik polytron c200. pertimbangan saya dalam memilih hanya bentuk yang kecil praktis (kalo bisa candybar dengan numpad klasik), kapasitas penyimpanan sms yg tidak terlalu kecil dan yang paling penting adalah harganya MURAH!

polytron harganya bisa dibilang (relatif) sangat murah, hanya 199 ribu rupiah pada saat saya membelinya. walau berharga semurah itu ternyata fiturnya tak hanya sekedar untuk telpon dan sms saja. ada kamera vga yang kualitasnya lumayan, music dan video player yang cukup ampuh memainkan video (setidaknya dibandingkan blackberry seri 85xx ke bawah yg rewel memutar file video), ada wap browser untuk berinternet (meski kurang nyaman karena hanya bisa membuka situs-situs versi mobile sederhana), ebook reader, senter di kepala ponsel, kemudahan untuk mem-backup dan restore kontak dan sms, manajemen panggilan seperti blacklist dan berbagai fitur standar lainnya.

dengan built quality yang cukup kokoh dan tak berkesan murahan, lalu layar 2.4" yang lumayan jernih rasanya ponsel ini cukup layak bila dibandingkan dengan harganya yang sangat terjangkau.

Wednesday, 6 January 2010

haier c700

saya tertarik pada haier c700 yang dibundling oleh operator smart karena ingin mencoba koneksi internet smart yang oleh beberapa rekan dipuji kehandalan dan ekonomisnya (baca : murah :D). karena dana saya pas-pasan pilihan saya jatuhkan pada ponsel yang bisa berfungsi sebagai modem yaitu haier c700. hape satu lagi dalam program 'ponsel modem murah' yang zte (lupa kode tipe nya) urung saya pilih karena body-nya yang silver glossy.
jujur aja saya menggunakan ponsel haier c700 ini hampir sepenuhnya hanya sebagai modem dan sarana untuk ber-internet-ria, karena itu saya tidak begitu mengerti fitur-fitur lain di luar koneksi internetnya.
untuk browsing di ponsel c700 menyediakan browser wap dan native opera mini. browser wap-nya nyaris tak pernah dipakai karena merepotkan dan kapabilitasnya rendah sekali. opera mini bawaan nya mirip opera mini versi java versi 4.2 tapi sepertinya bukan karena ponsel ini basisnya BREW. sistem yang rasanya masih asing di indonesia ini menyulitkan pengguna untuk menginstall aplikasi tambahan layaknya pada ponsel gsm dengan JAVA-nya.
tapi untuk ponsel seharga 399ribu(plus pajak 39.9ribu) opera mini bawaannya sudah cukup tangguh untuk browsing berbagai site. untuk download maupun upload file-file berukuran lumayan besar pun bisa dilakukan via opera mini bawaannya. saya sering mendownload lagu berformat mp3 dari operamini saat saya merasa terlalu malas untuk menyalakan laptop :D
di luar opera mini bawaan yang lumayan fitur lain yang bisa dibanggakan dari c700 ini rasanya adalah adanya slot memory eksternal micro sd dan adanya music player. music player-nya bener-bener 'basic' secara fungsi jadi tidak bisa terlalu diharapkan mengingat keberadaannya yang asal ada.