Wednesday, 29 October 2014
Evercoss A7E
Saturday, 21 June 2014
Polytron C283 : ponsel 200 ribuan bisa Whatsapp
Ponsel seharga duaratus ribu rupiahan bisa Whatsapp? Ponsel android murah kah? Atau Nokia S40?
Samasekali bukan. Polytron C283 hanyalah sebuah feature phone biasa tanpa OS terbuka layaknya ponsel pintar. Bahkan mobile java application pun tak bisa diinstal di ponsel ini. Lalu bagaimana ponsel ini bisa menyematkan fitur Whatsapp ? Entahlah. Mungkin ponsel ini memiliki sistem atau OS khusus yang tak banyak diketahui awam. Setidaknya fungsi Whatsapp yang menjadi jualan utama ponsel ini bisa berjalan cukup lancar (asal jangan pakai kartu sim indosat seperti saya, yang dijamin lemot) meski dengan fitur berkesan seadanya, asal terhubung saja. Di luar dukungan Whatsapp ponsel ini memiliki sejumlah fitur khas ponsel lokal eks tiongkok seperti analog TV (yang sayangnya penerimaannya tak begitu bagus), music player, kamera, bluetooth, ebook reader, video player yang bisa memainkan file berekstensi flv dan lain sebagainya. Untuk koneksi internet ponsel ini hanya mendukung jaringan GPRS. Sayang sekali karena browser bawaan ponsel ini sebetulnya cukup bagus dalam menampilkan berbagai situs web, namun dengan kecepatan jaringan GPRS bisa dibayangkan betapa lemotnya untuk membuka satu halaman web yang kompleks.
Oya di antara menu tersemat sebuah icon bertuliskan 'application'. Saat dibuka ini dimaksudkan sebagai semacam application manager untuk memantau aplikasi yang sedang berjalan. Agak aneh menurut saya karena aplikasi yang bisa berjalan dibackground sepertinya hanya music player dan radio. Apa perlunya membuat satu task manager khusus hanya untuk memantau dua aplikasi yang tak terlalu berguna itu? Entahlah. Sepertinya ponsel ini masih menyimpan banyak misteri yang harus diekplorasi lebih lanjut. Secara tampilan menu dan antarmuka C283 ini sedikit mengingatkan pada Nexian Cappucino dengan menu utama terbagi beberapa halaman yang bisa diganti-ganti efek peralihan antar halamannya. Namun Nexian Cappucino tentu masih jauh di atas ponsel ini karena dia mendukung instalasi aplikasi java, dan memiliki banyak elemen yang mirip dengan android seperti widget di layar standby dan lain-lain, sedangkan C283 ini masih terbilang sangat sederhana. Sejauh ini yang saya ketahui tentang Polytron C283 hanyalah bahwa ponsel ini menggunakan chip Spreadstrum sc6531.
Friday, 14 June 2013
polytron c200
mendengar merk polytron yang terbayang di benak adalah TV, kulkas atau alat elektronik rumah tangga lainnya. tapi sudah beberapa tahun terakhir ini merk ini meluncurkan juga telepon selular.
kali ini lagi-lagi kebutuhan akan ponsel cadangan membuat saya melirik polytron c200. pertimbangan saya dalam memilih hanya bentuk yang kecil praktis (kalo bisa candybar dengan numpad klasik), kapasitas penyimpanan sms yg tidak terlalu kecil dan yang paling penting adalah harganya MURAH!
polytron harganya bisa dibilang (relatif) sangat murah, hanya 199 ribu rupiah pada saat saya membelinya. walau berharga semurah itu ternyata fiturnya tak hanya sekedar untuk telpon dan sms saja. ada kamera vga yang kualitasnya lumayan, music dan video player yang cukup ampuh memainkan video (setidaknya dibandingkan blackberry seri 85xx ke bawah yg rewel memutar file video), ada wap browser untuk berinternet (meski kurang nyaman karena hanya bisa membuka situs-situs versi mobile sederhana), ebook reader, senter di kepala ponsel, kemudahan untuk mem-backup dan restore kontak dan sms, manajemen panggilan seperti blacklist dan berbagai fitur standar lainnya.
dengan built quality yang cukup kokoh dan tak berkesan murahan, lalu layar 2.4" yang lumayan jernih rasanya ponsel ini cukup layak bila dibandingkan dengan harganya yang sangat terjangkau.
Wednesday, 6 January 2010
haier c700
jujur aja saya menggunakan ponsel haier c700 ini hampir sepenuhnya hanya sebagai modem dan sarana untuk ber-internet-ria, karena itu saya tidak begitu mengerti fitur-fitur lain di luar koneksi internetnya.
untuk browsing di ponsel c700 menyediakan browser wap dan native opera mini. browser wap-nya nyaris tak pernah dipakai karena merepotkan dan kapabilitasnya rendah sekali. opera mini bawaan nya mirip opera mini versi java versi 4.2 tapi sepertinya bukan karena ponsel ini basisnya BREW. sistem yang rasanya masih asing di indonesia ini menyulitkan pengguna untuk menginstall aplikasi tambahan layaknya pada ponsel gsm dengan JAVA-nya.
tapi untuk ponsel seharga 399ribu(plus pajak 39.9ribu) opera mini bawaannya sudah cukup tangguh untuk browsing berbagai site. untuk download maupun upload file-file berukuran lumayan besar pun bisa dilakukan via opera mini bawaannya. saya sering mendownload lagu berformat mp3 dari operamini saat saya merasa terlalu malas untuk menyalakan laptop :D
di luar opera mini bawaan yang lumayan fitur lain yang bisa dibanggakan dari c700 ini rasanya adalah adanya slot memory eksternal micro sd dan adanya music player. music player-nya bener-bener 'basic' secara fungsi jadi tidak bisa terlalu diharapkan mengingat keberadaannya yang asal ada.