Wednesday, 25 June 2014
Saturday, 21 June 2014
Polytron C283 : ponsel 200 ribuan bisa Whatsapp
Ponsel seharga duaratus ribu rupiahan bisa Whatsapp? Ponsel android murah kah? Atau Nokia S40?
Samasekali bukan. Polytron C283 hanyalah sebuah feature phone biasa tanpa OS terbuka layaknya ponsel pintar. Bahkan mobile java application pun tak bisa diinstal di ponsel ini. Lalu bagaimana ponsel ini bisa menyematkan fitur Whatsapp ? Entahlah. Mungkin ponsel ini memiliki sistem atau OS khusus yang tak banyak diketahui awam. Setidaknya fungsi Whatsapp yang menjadi jualan utama ponsel ini bisa berjalan cukup lancar (asal jangan pakai kartu sim indosat seperti saya, yang dijamin lemot) meski dengan fitur berkesan seadanya, asal terhubung saja. Di luar dukungan Whatsapp ponsel ini memiliki sejumlah fitur khas ponsel lokal eks tiongkok seperti analog TV (yang sayangnya penerimaannya tak begitu bagus), music player, kamera, bluetooth, ebook reader, video player yang bisa memainkan file berekstensi flv dan lain sebagainya. Untuk koneksi internet ponsel ini hanya mendukung jaringan GPRS. Sayang sekali karena browser bawaan ponsel ini sebetulnya cukup bagus dalam menampilkan berbagai situs web, namun dengan kecepatan jaringan GPRS bisa dibayangkan betapa lemotnya untuk membuka satu halaman web yang kompleks.
Oya di antara menu tersemat sebuah icon bertuliskan 'application'. Saat dibuka ini dimaksudkan sebagai semacam application manager untuk memantau aplikasi yang sedang berjalan. Agak aneh menurut saya karena aplikasi yang bisa berjalan dibackground sepertinya hanya music player dan radio. Apa perlunya membuat satu task manager khusus hanya untuk memantau dua aplikasi yang tak terlalu berguna itu? Entahlah. Sepertinya ponsel ini masih menyimpan banyak misteri yang harus diekplorasi lebih lanjut. Secara tampilan menu dan antarmuka C283 ini sedikit mengingatkan pada Nexian Cappucino dengan menu utama terbagi beberapa halaman yang bisa diganti-ganti efek peralihan antar halamannya. Namun Nexian Cappucino tentu masih jauh di atas ponsel ini karena dia mendukung instalasi aplikasi java, dan memiliki banyak elemen yang mirip dengan android seperti widget di layar standby dan lain-lain, sedangkan C283 ini masih terbilang sangat sederhana. Sejauh ini yang saya ketahui tentang Polytron C283 hanyalah bahwa ponsel ini menggunakan chip Spreadstrum sc6531.
Wednesday, 18 June 2014
Tuesday, 15 April 2014
cross a7s hello kitty edition
Demikian cintanya saya pada ponsel ini, cross a7s edisi hello kitty, saya sampai membelinya hingga 2 kali. Yang pertama hanya saya sempat saya pakai selama 2 bulanan sebelum amblas digondol oleh maling jahanam. Saya sempat beralih ke lenovo a369i namun hanya bertahan sebulan karena performa kamera yang menyedihkan. Lalu saya putuskan untuk kembali meminang cross a7s edisi hello kitty. Lagi-lagi warna pink yang saya pilih dengan gambar hello kitty di bagian belakang ponsel. Sebenarnya apa yang membuat saya cinta mati pada ponsel ini hingga mau membelinya hingga 2 kali?
Yang pertama tentu saja adalah kameranya. Kamera belakangnya ber-resolusi 8MP cukup mengesankan bila dibandingkan dengan harga ponsel ini yang hanya sejutaan. Bukan hanya resolusinya cukup besar, autofokus-nya lumayan bagus, untuk memotret benda-benda kecil dalam waktu dekat cukup bisa menghasilkan foto yang jelas.
Yang kedua adalah layarnya. Dengan diagonal 4.5" dan resolusi 540x960pixel layar a7s ini cukup nyaman untuk dilihat.
Yang ketiga adalah dukungan komunitas yang meriah :D Grup facebook yang membahas ponsel a7s ini sangat ramai. Tersedia banyak tips, custom ROM, dan berbagai panduan untuk mengoptimalkan ponsel cross a7s.
Di luar ketiga hal tersebut di atas secara umum fitur dan kualitas body cross a7s hello kitty saya rasa cukup sesuai dengan harganya. Bila dibandingkan dengan ponsel seharga bermerk 'kelas internasional' seperti lenovo atau samsung saya lebih memilih ponsel ini. :D
Friday, 3 January 2014
polytron rocket s2350
OS android 2.3.6 (sampai saya jual belum ada kabar update OS baik resmi maupun tak resmi).-->
Camera 2mp --> parah, penuh bercak seperti lukisan cat air, nyaris tiada detail.
Suara-->lumayan, bisa diakali dg player pihak ketiga.
performa-->memory internal sangat kecil, setelah instal beberapa aplikasi sosial media langsung ada peringatan low memory dan tak bisa instal apa2 lagi.
layar-->3.5" resolusi 320x480 cukup bagus mengingat harganya yg sangat murah
body-->sangat glossy, licin dipegang, tak ada case khusus utk seri ini tp bisa diakali dg menggunakan jellycase utk samsung galaxy ace 2 (letak lubang2 utk earphone dll tidak pas, hanya letak camera yg sama)
root--> agak susah, musti melalui proses flashing, silakan gabung grup pembahasannya di facebook
Custom rom-->sepertinya belum ada (setidaknya ga ada yg ok :D )
batere-->bertahan dari pagi hingga sore pulang kerja (jam kantor)
goodbye my hellokitty
belum lagi sempat di-review, ponsel kesayangan saya evercoss a7s hellokitty edition raib, hilang lenyap karena keteledoran saya tidak mengunci pintu kamar.
saya sudah sering naik bus, angkot, maupun kereta yang penuh sesak dan tak pernah kehilangan ponsel. eh malah di rumah sendiri ponsel saya raib. padahal secara fitur ponsel ini cukup lumayan dibandingkan harganya yang hanya sekitar 1,1jutaan. Layar 4.5" IPS, dual sim yg 2-2nya bisa di-set hsdpa, dual camera (belakang 8mp autofocus+flash) yg lumayan, android jellybean 4.1.2, processor dualcore.
Menggunakannya selama sekitar 2 bulanan saya cukup puas. tiada gejala laggy (saya bukan gamer sejati). Tak ada bugs yang mengganggu kecuali baterainya yang lumayan boros. tapi memang baterainya hanya sekitar 1500 mAh-an tidak mencukupi dibanding fitur-fitur yang dibawanya.
Dukungan komunitas dengan forum-forum diskusi yg membahasnya di dunia maya sangat banyak, custom ROM tinggal pilih sesuai selera. me-root-nya juga sangat mudah.Layar sentuhnya sangat enak saya pakai untuk membuat sketsa-sketsa via aplikasi sketchbook mobile.
Jujur alasan saya membeli ponsel ini hanya karena ponsel ini tampil dengan ornamen hellokitty berlisensi resmi Sanrio (katanya). :D
Saturday, 9 November 2013
Friday, 8 November 2013
Friday, 14 June 2013
polytron c200
mendengar merk polytron yang terbayang di benak adalah TV, kulkas atau alat elektronik rumah tangga lainnya. tapi sudah beberapa tahun terakhir ini merk ini meluncurkan juga telepon selular.
kali ini lagi-lagi kebutuhan akan ponsel cadangan membuat saya melirik polytron c200. pertimbangan saya dalam memilih hanya bentuk yang kecil praktis (kalo bisa candybar dengan numpad klasik), kapasitas penyimpanan sms yg tidak terlalu kecil dan yang paling penting adalah harganya MURAH!
polytron harganya bisa dibilang (relatif) sangat murah, hanya 199 ribu rupiah pada saat saya membelinya. walau berharga semurah itu ternyata fiturnya tak hanya sekedar untuk telpon dan sms saja. ada kamera vga yang kualitasnya lumayan, music dan video player yang cukup ampuh memainkan video (setidaknya dibandingkan blackberry seri 85xx ke bawah yg rewel memutar file video), ada wap browser untuk berinternet (meski kurang nyaman karena hanya bisa membuka situs-situs versi mobile sederhana), ebook reader, senter di kepala ponsel, kemudahan untuk mem-backup dan restore kontak dan sms, manajemen panggilan seperti blacklist dan berbagai fitur standar lainnya.
dengan built quality yang cukup kokoh dan tak berkesan murahan, lalu layar 2.4" yang lumayan jernih rasanya ponsel ini cukup layak bila dibandingkan dengan harganya yang sangat terjangkau.
Monday, 27 May 2013
mito 111
Monday, 27 August 2012
nexian glaze m9090
Saat pertama melihat video review Lenovo s800 si ponsel transparan yang terbersit di benak adalah,"Wow! Lucu! Sangat menarik perhatian!".
Kemudian saya menemukan pdf manual book ponsel Spice s9090 dan dari pdf tersebut jelas menu/user interface spice s9090 dan Lenovo s800 identik atau setidaknya memiliki kemiripan sangat tinggi.
Karena Nexian telah berafiliasi dengan Spice, apalagi nomor seri ponsel Nexian Glaze adalah M9090 (mirip dengan Spice S9090), maka saya berasumsi Nexian Glaze adalah jelmaan Lenovo s800 dan saya tanpa ragu membelinya.
Ketika melihat user interface Nexian Glaze saya sedikit kecewa. Hanya ada dua themes yaitu water (menu berupa ikan-ikan yg berenang-renang di akuarium) dan round (menu berupa bulatan-bulatan tersusun grid biasa). Tak ada menu kartun seperti pada Lenovo S800 atau Spice s9090. Tapi bagaimanapun, layar OLED transparannya sangat menarik perhatian orang-orang yang melihatnya. Berkali-kali saya mendapatkan tatapan keheranan
oleh orang yang melihat nexian Glaze saya.
Fitur-fiturnya standar, semua sudah umum dimiliki ponsel biasa.
Yang cukup menarik untuk disebut mungkin hanyalah adanya live wallpaper di layar standby, digunakannya yamaha audio amplifier (suara yg dihasilkan music playernya cukup membelai telinga :P ) dan digunakannya QQ browser sebagai default browser. Email clients nya sangat mudah untuk difungsikan, demikian juga synchronize dengan google contacts. Papan ketiknya bertipe numpad biasa dengan ukuran besar yang cukup nyaman
digunakan.
Kesimpulan saya, di luar tampilan layarnya yang transparan, ini hanyalah sebuah ponsel biasa yang cukup bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
Thursday, 24 May 2012
speedup pad s1
Speedup pad s1 sepertinya adalah generasi awal tablet berOS android keluaran speedup. Saya membeli speedup pad s1 saya pada sebuah pameran komputer dan gadgets di JHCC sekitar november 2011. Speknya biasa saja : android froyo, processor 800mhz, layar sentuh capacitive berresolusi 800x480pixels multitouch 2 points, baterai 4000mAh, kamera belakang 2mp kamera depan VGA, HSDPA, slot simcard. Kinerjanya biasa saja. Tidak bisa dibilang lambat atau laggy tapi luar biasa cepat juga tidak. Kebanyakan aplikasi di playstore bisa diinstal dan dijalankan dengan baik. Tapi sepertinya ada semacam ketidakstabilan karena kadang mengalami 'freeze' mendadak di tengah proses melakukan sesuatu. Secara umum saya menyukai tablet ini karena keawetan baterainya yang bisa bertahan sehari lebih dalam keadaan internet terhubung terus menerus atau bahkan hingga 5 hari standby bila koneksi data lebih banyak dimatikan. Untuk ukuran tablet android yang sepertinya ex RRC di-rebrand di sini sih kualitas secara umum lumayan baik, cukup seimbang dengan harganya lah. Built quality baik namun dimensinya agak terlalu tebal dan berat untuk bisa nyaman dipegang pada penggunaan sehari-hari. Hal inilah yang pada akhirnya membuat saya menjual speedup pad s1 saya melalui sebuah forum di internet.
