Showing posts with label tablet. Show all posts
Showing posts with label tablet. Show all posts

Monday, 11 August 2014

HP 7 Voice Tab 'Bali'

Bentuk HP 7 Voice Tab ini sekilas membuat saya berpikir benda ini adalah sebuah ponsel, bukan tablet. Sebuah ponsel besar dengan ukuran layar 6.95 inci. Bagian atas dan bawahnya yang lengkung entah kenapa bagi saya memberi kesan seperti itu. Bila dipegang dalam posisi berdiri (portrait) tablet ini terasa cukup langsing. Namun tetap untuk mengoperasikannya dengan satu tangan bagi saya masih relatif sulit. Meski dilengkapi dengan slot sim card namun untuk memfungsikan tablet ini sebagai sebuah 'ponsel' utama untuk digunakan sehari-hari bagi saya tetap terlalu merepotkan.

Secara spek tablet ini diotaki prosesor quad core buatan MTK. RAM sebesar 1 GB. Performa sehari-hari cukup bagus. Tak ada jeda maupun kelambatan yang terlihat nyata untuk penggunaan ala saya (aneka aplikasi jejaring sosial, game-game ringan seperti wonder zoo, dan beberapa aplikasi untuk sketsa). Layar cukup responsif meski resolusi 600x1024 pixels nya nampak tak terlalu halus. GPU nya menggunakan Mali 400 MP.

Tampilan UI tablet berOS android Kitkat ini sepertinya hampir tak ada sentuhan apa pun dari pihak HP-nya kecuali beberapa aplikasi pendukung khas HP. Tampilan android-nya yang polos saja jujur saja sedikit mengecewakan bagi saya yang berharap HP memberikan sentuhan pada UI-nya seperti ASUS. Tapi orang-orang yang menyukai stock android mungkin lebih menyukai tampilan seperti ini.

Sektor multimedia tablet ini dilengkapi kamera belakang dan depan. Kamera belakang 2 megapixels tanpa auto fokus dilengkapi lampu flash. Hasil foto kamera HP 7 Voice Tab ini bagi saya sih nampak jelek sekali, apalagi bila digunakan di dalam ruangan dengan pencahayaan kurang. Kamera depan VGA terlebih lagi bisa dikira-kira hasilnya. Memutar musik juga standar saja sekedar menggunakan Google Play Music. Untuk memutar bermacam jenis file video lebih baik gunakan saja aplikasi pemutar video buatan pihak ketiga.

Secara umum dibandingkan harganya performa HP 7 cukup memuaskan. Satu-satunya keluhan saya mungkin cuma untuk hasil kamera belakang yang sangat menyedihkan. Yah, saya tak mengharapkan kamera sempurna, namun setidaknya bisa memproduksi foto yang sedikit jelas. Oh ya satu lagi keluhan saya adalah aplikasi file manager buatan pihak ketiga seperti ES File Explorer tak bisa menghapus file di memory card eksternal. Tapi hal ini sepertinya karena batasan yang dibuat oleh Google pada OS Kitkat-nya. Dan hal ini diperparah dengan tidak disertakannya aplikasi file manager bawaan oleh pihak HP.

Oh, ya satu lagi keluhan pribadi saya tablet ini belum bisa di root dengan framaroot yang biasanya cukup ampuh untuk root aneka perangkat berotak prosesor MTK. Saya belum mencoba metode root yang lain sih.

Saya baru menemukan sisi positif HP Bali ini selain bentuknya yang relatif cantik : dual speaker yang disematkan ternyata mampu menghasilkan suara yang cukup mantap, cukup terasa stereonya dan relatif jernih.

Saturday, 8 September 2012

Ainol aurora 2

saya sudah mulai tertarik dengan merk ainol sejak beberapa produk multimedia playernya mulai muncul di forum jual beli kaskus. Kemudian merk tersebut mulai meluncurkan produk-produk ber-OS android yang cukup menarik. Ketika kemudian ainol aurora 2 muncul saya sungguh tak bisa menahan diri untuk tidak mencobanya demi melihat spesifikasinya yang menggiurkan dibanding dengan harganya. Berikut beberapa poin penting fiturnya :
-OS ice cream sandwich 4.0.3
-processor dual core 1.5Ghz
-layar IPS LG
Hal yang sedikit menakutkan ketika membelinya adalah ketidakjelasan garansi dan layanan purna jualnya. Namun mengingat harganya yang relatif murah sepertinya cukup layak untuk dicoba.
Ketika memegang ainol aurora 2 pertama kali saya cukup puas melihat hal-hal sebagai berikut :
-bentuk tipis elegan dengan build quality cukup mantap, ringan namun cukup kokoh
-layar memang kinclong dengan resolusi 1024x600 pixels
-performa dalam menjalankan berbagai jenis aplikasi dan game memuaskan.
Namun memang sepertinya spek mewah dengan harga murah sepertinya memang bukan paduan yang pas karena ternyata kemudian aurora 2 saya mengalami beberapa masalah :
-indikator baterai sempat ngaco, lama menunjukkan angka 100% meski telah digunakan beberapa saat. Namun masalah ini bisa diselesaikan dengan baterai calibration.
-layar sentuhnya tak enak digunakan untuk menggambar. Sulit bisa menarik satu garis lurus tanpa putus. Layar aurora 2 ini bahkan sama sekali tak bisa digunakan dengan stylus sketsa seperti adonit jot.
-kualitas internal sd card rendah atau manajemen memory buruk. Berulangkali saya mengalami error pada internal sd card. Hal ini sangat mengganggu karena tablet jadi tak berfungsi sebagaimana mestinya. Saya jadi terpaksa mem-flash ulang tablet saya dan kehilangan banyak data maupun aplikasi penting.
Kesimpulannya? Walau spek yang ditawarkan memang menggiurkan, namun ketidakjelasan purna jual dan munculnya gangguan yang kecil tapi mengganggu seperti telah saya sebut di atas sangat merusak kesan baik tablet ini. Terus terang saya akan berpikir ribuan kali dahulu untuk membeli produk ainol lainnya. :-)

Thursday, 24 May 2012

speedup pad s1

Speedup pad s1 sepertinya adalah generasi awal tablet berOS android keluaran speedup. Saya membeli speedup pad s1 saya pada sebuah pameran komputer dan gadgets di JHCC sekitar november 2011. Speknya biasa saja : android froyo, processor 800mhz, layar sentuh capacitive berresolusi 800x480pixels multitouch 2 points, baterai 4000mAh, kamera belakang 2mp kamera depan VGA, HSDPA, slot simcard. Kinerjanya biasa saja. Tidak bisa dibilang lambat atau laggy tapi luar biasa cepat juga tidak. Kebanyakan aplikasi di playstore bisa diinstal dan dijalankan dengan baik. Tapi sepertinya ada semacam ketidakstabilan karena kadang  mengalami 'freeze' mendadak di tengah proses melakukan sesuatu. Secara umum saya menyukai tablet ini karena keawetan baterainya yang bisa bertahan sehari lebih dalam keadaan internet terhubung terus menerus atau bahkan hingga 5 hari standby bila koneksi data lebih banyak dimatikan. Untuk ukuran tablet android yang sepertinya ex RRC di-rebrand di sini sih kualitas secara umum lumayan baik, cukup seimbang dengan harganya lah. Built quality baik namun dimensinya agak terlalu tebal dan berat untuk bisa nyaman dipegang pada penggunaan sehari-hari. Hal inilah yang pada akhirnya membuat saya menjual speedup pad s1 saya melalui sebuah forum di internet.

ImageImageImage