Thursday, 19 July 2012

tampilan menu nexian latte g963

[gallery link="file"]

belum ada review blackberry?

iseng-iseng buka blog saya sendiri, saya baru sadar kalau saya belum pernah membuat ulasan spesifik tentang satu type blackberry pun, meskipun saya sudah pernah menggunakan 3 jenis ponsel blackberry.
ya, jujur saja memang sejauh ini handset2 blackberry belum ada yg mengesankan dalam penggunaannya bagi saya. di luar fitur bbm nya yg always on (tapi selalu pending) jelas tidak ada keunggulan lagi yg bisa dibanggakan, bahkan bila dibandingkan dg ponsel merk lokal sekalipun. contohnya bb davis yg meski sudah ber bb OS 7.1 namun masih bnyk kekurangan yg menurut saya fatal utk ponsel sekelas ini. contoh paling nyata adalah suara kemresek pada music player bila didengarkan via earphone. ponsel2 lokal yg pernah sy coba tak ada satu pun yg memiliki cacat sangat mengganggu seperti ini.

Wednesday, 18 July 2012

nexian latte g963

review singkat nexian latte :

~layar sentuh resistif 3.5" resolusi 320x480 pixels yg cukup nyaman dioperasikan dg kuku jempol. lebar layar pas utk difungsikan dg satu tangan.

~di layar standby ada notification tray yg bisa ditarik ke bawah ala android

~ada bbrp pilihan live wallpaper, sayangnya tdk bisa ditambah lagi

~keyboard virtual tersedia dlm varian susunan qwerty dan numpad biasa.

~tampilan homescreen terdiri dari bbrp layar hingga maximum 8 layar, masing2 berisi pre installed widgets. ada preview mode halaman2 dg tampilan 3d.

~tampilan menu utama awalnya terdiri dari 3 layar, namun bisa ditambah. posisi icon2 bisa dirubah sesuai selera. selain bersusunan grid spt pd umumnya, icon2 jg bisa ditampilkan dlm susunan scr 3d dlm bentuk tornado atau star travel.

~secara umum tampilan menu2 dan detail2 UI nya agak2 berbau 'iphone'

~ada threaded view di menu sms. bisa copy paste text dlm menu sms.

~ada email client yg cukup mudah digunakan dg bbrp akun standar seperti yahoo dan gmail

~dukungan aplikasi java yg bs diminimize, dan sudah cukup cepat

~player musik dg tampilan yg cukup menarik, baik di tampilan utama maupun di widgetnya. ada equalizer, reverb effect, surround mode, rating, dll.

~camera 2 mp dg hasil cukup tajam namun agak pudar warnanya.

~ada tv analog yg bisa direkam

~selain opera mini dan aplikasi java ada opera mobile yg bisa menampilkan versi desktop halaman2 web secara lebih sempurna.

~ adanya maui runtime environment yg memungkinkan user menambah berbagai aplikasi. sayangnya saya blm berhasil mendownload satu aplikasi pun dari app store nya.

Tuesday, 26 June 2012

nokia x2-01

Sekilas tentang nokia x2-01 :

-bentuk candybar yg cukup stylish, tidak berkesan murahan.
-papan ketik fisik qwerty yg nyaman digunakan untuk mengetik.
-layar 2.4" 320x240pixels, cukup bagus namun tidak istimewa.
-koneksi gprs, edge, bluetooth.
-kamera VGA, kualitas foto seadanya, nyaris tanpa detail
-keluaran suara dan musik player bagus karena memang diposisikan sebagai ponsel musik. sayang headset stereo yang disertakan dalam paket penjualan sangat buruk.
-aplikasi facebook, twitter, messenger telah tersedia, tinggal login untuk mulai. aplikasi ym dan gtalk bisa di-minimize. aplikasi java lainnya tidak bisa diminimize.

Nokia X2-01

blackberry davis 9220

image

Huawei Boulder U8350

Alasan saya membeli huawei boulder sudah tentu tiada lain karena ponsel ini adalah sebuah ponsel ber-OS android dengan harga yang menurut saya SANGAT murah! (saya membelinya dengan harga enam ratus ribu rupiah saja). Selain itu faktor bentuknya yang mengusung papan ketik qwerty fisik plus layar sentuh cukup menarik bagi saya untuk mencobanya. Papan ketik qwerty-nya sangat nyaman untuk digunakan. Bagaimanapun papan ketik fisik tetap lebih nyaman digunakan daripada papan ketik virtual. Adanya papan ketik fisik berimbas pada mengecilnya bidang untuk layar. Layar sentuhnya berjenis kapasitif yang sangat responsif terhadap sentuhan, sayang sekali dimensinya hanya berdiagonal 2.6 inchi. Namun tetap cukup nyaman untuk penggunaan sehari-hari.

Harga yang sedemikian murah tentunya berimbas pada spek teknis ponsel ini. Satu hal yang paling terasa yaitu processornya yg hanya 528mHz (oleh benchmark dikenali sebagai 600mHz). Memory internalnya juga sebatas 256MB. Pada awal penggunaan, dalam kondisi firmware bawaan, saya menginstall sedemikian banyak aplikasi yang menyebabkan boulder saya sering mengalami force close ketika membuka aplikasi. Selain itu juga sering terjadi lag ketika menavigasi dalam menu.
Kemudian saya beranikan diri untuk mengikuti jejak beberapa rekan sesama pengguna boulder di thread kaskus yang telah mem-flash ulang boulder mereka dengan firmware versi operator Orange UK. Ternyata setelah di-flash dengan FW tersebut terasa ada peningkatan dalam navigasi menu dan membuka aplikasi, terasa jauh lebih ringan meski saya lagi-lagi memenuhi boulder saya dengan sekian banyak aplikasi.

Oya, boulder ini dilengkapi kamera 3.2MP dengan hasil foto lumayan. Keluaran musik juga bagus. GPS-nya sangat cepat me-lock posisi. Kualitas fisiknya juga bagus, tidak kalah dengan ponsel yang mereknya lebih terkenal.

Dan jangan lupa bahwa boulder ini juga cukup mudah untuk di-root dan memudahkan proses oprek-oprek lebih lanjut.

Kesimpulannya : dengan harga sangat murah ponsel ini memiliki fitur berlimpah yang sudah cukup berkualitas walau di beberapa sektor memang dipangkas speknya. Ponsel ini sangat recommended bagi yang ingin memiliki handset android murah untuk kebutuhan online seperti chatting dan social media. Untuk gaming memang kurang cocok mengingat layarnya sempit dan processornya yang minim. Namun kalau sekedar main game sederhana seperti angry birds, cut the rope sih saya coba masih lancar-lancar saja. Pokoknya dengan harga sangat murah saya tidak kecewa dengan semua fitur dan kemampuan huawei boulder ini.