Tanpa banyak basa-basi di postingan ini saya akan membuat list dan penjelasan singkat aplikasi apa saja yang saya download dan install di ponsel android saya.
1. Badoo.
Aplikasi klien untuk membuka Badoo, jejaring sosial yang agak kurang jelas 😁
Aplikasi tak berguna kecuali buat iseng dan jarang saya pakai.
2. Blackberry Messenger aka BBM.
Saya rasa hampir semua orang indonesia tahu tentang aplikasi perpesanan yang satu ini.
3. Candy Crush Saga.
Satu lagi aplikasi sejuta umat. Sebuah game yang kadang menjengkelkan tapi selalu membuat ketagihan untuk dimainkan.
4. ES File Explorer.
Aplikasi untuk mengelola berkas atau file di ponsel. Dengan mudah copy, paste, delete files dsb di ponsel.
5. Gnotes
Aplikasi untuk menulis catatan yang tersinkronisasi dengan Gmail. Bisa dibuka di gmail di folder 'notes'.
6. Instagram
Aplikasi jejaring sosial untuk berbagi foto dan video.
7. Kingsoft Office
Butuh membuka file office di ponsel? Aplikasi ini cukup komplit dukungannya terhadap aneka file docx, ppt, pdf, dll.
8. Layer paint.
Untuk yang suka mencoret-coret dan membuat sketsa di ponsel ini adalah sebuah aplikasi yang simpel namun cukup fungsional. Kita bisa menentukan resolusi gambar yang akan kita buat, menggambar dengan sistem layer dsb.
9. Mimitos
Game memelihara kucing lucu yang harus diberi makan, dimandikan, dipakain baju-baju aneh dll
10. MX player
Video player yang mendukung aneka codec dan bisa menampilkan subtitle.
11. Open camera
Alternatif camera bawaan dengan tampilan sederhana tapi mudah dipahami. Touch focus nya juga lebih mudah diaplikasikan dibanding aplikasi kamera bawaan.
12. Opera mini
Browser alternatif yang katanya lebih irit bandwidth dan quota. Lebih ramah juga dengan kondisi koneksi internet indonesia yang empot-empotan.
13. Path
Satu lagi aplikasi jejaring sosial sejuta umat, setidaknya bagi orang indonesia.
14. Pinterest
Yang ini bisa disebut jejaring sosial juga nggak ya? Yang jelas kalau lagi butuh inspirasi desain atau apa di sini ada banyak hal menarik untuk dilihat.
15. Quick pic
Alternatif aplikasi gallery bawaan android untuk melihat dan mengelola file -file gambar.
16. Root checker
Aplikasi untuk mengecek status root ponsel android
17. Sca
Aplikasi untuk memotre secara tidak menyolok. Di layar ponsel tak akan tertampil viewfinder kamera.
18. SCR
Aplikasi untuk merekam semua aktifitas yang tertampil di layar ponsel ke dalam file video
19. Screenshot ER
Aplikasi untuk memotret isi layar ponsel
20. Social cam
Semacam aplikasi untuk berbagi video
21. Tubemate
Butuh mendownload video dari youtube atau sumber lain? Aplikasi ini solusinya.
22. Wechat
Aplikasi chat. Kelebihannya bisa mendeteksi sesama pengguna di area yang berdekatan. Sayang sepertinya boros bandwidth dan banyak makan ruang memory ponsel
23. Whatsapp
Aplikasi chat lintas platform yang cukup penting. Paling sederhana dan straightforward.
Friday, 6 March 2015
Aplikasi yang saya instal di ponsel
Monday, 23 February 2015
Reboot atau restart mendadak pada ponsel android
Seperti telah saya tulis di postingan saya sebelumnya tentang ponsel Polytron W7550 lite saya cukup puas dengan performa ponsel tersebut dan sisa RAM tersedia pada penggunaan sehari-hari yang tak pernah di bawah 300 MB (sepertinya). Namun minggu ini untuk pertama kalinya ponsel saya tersebut mengalami beberapa kali random reboots atau mendadak restart/reboot tanpa sebab jelas. Saya sendiri kurang mengerti kenapa hal itu bisa terjadi. Karena itu saya mencari tahu apa saja yang bisa menyebabkan ponsel android restart mendadak secara acak sebagai berikut :
- Baterai ponsel tak terpasang dengan baik pada tempatnya. Bisa jadi karena meletakkan kurang pas pada tempatnya atau ada masalah pada konektor baterainya.
- Aplikasi. Aplikasi tertentu terutama aplikasi yang kurang jelas kualitas maupun muatannya bisa saja menyebabkan ponsel restart mendadak secara acak. Bisa jadi kompatibilitas aplikasi tersebut memang kurang dengan ponsel Anda, atau aplikasi tersebut tak dibuat dengan baik atau bisa jadi memang bermuatan fitur tak jelas semacam virus, adware, malware atau yang lain.
- Terlalu panas. Beberapa ponsel dilengkapi fitur yang secara otomatis mematikan ponsel bila si ponsel terlalu panas. Penggunaan ponsel secara berlebihan atau kondisi sinyal operator yang tidak baik bisa menyebabkan ponsel menjadi terlalu panas hingga mati mendadak.
- System software ponsel mengalami kerusakan juga bisa menyebabkan ponsel sering restart secara acak. Untuk pengguna yang gemar mengoprek ponselnya mulai dari me-root hingga mengubah-ubah system files-nya ada baiknya untuk berhati-hati karena bisa memicu seringnya ponsel restart mendadak.
- Bila hal-hal tersebut di atas bukan penyebab ponsel sering restart, maka hampir bisa dipastikan ada kerusakan pada komponen perangkat keras ponselnya. Bila hal ini yang terjadi sepertinya tak ada pilihan lain kecuali membawa ponsel ke service center resmi untuk mendapatkan perbaikan (kecuali Anda memang bisa dan terbiasa mereparasi sendiri ponsel).
Pada kasus ponsel Polytron W7550 lite saya sih lebih curiga ke aplikasi atau file system yang bermasalah. Karena sebelum terjadi beberapa kali restart tersebut saya sempat menginstal aplikasi penghalau iklan. Walau sekedar kecurigaan setelah ponsel saya bersihkan dan saya master reset nampaknya belum ada gejala random reboots lagi pada ponsel saya. Semoga tak ada lagi deh :)
Friday, 20 February 2015
Things change
Things change.
Nothing lasts forever.
Apalagi cuman merk hape. :-P
So ngga perlu lah sok fanatik belain satu merk sampe menghina merk lain. Emang dapet apa sih dari belain satu merk? (Kecuali memang situ sales merk tertentu ya)
Ga cukup Siemens, Nokia, dll untuk buktiin?
Nothing lasts forever.
Apalagi cuman merk hape. :-P
So ngga perlu lah sok fanatik belain satu merk sampe menghina merk lain. Emang dapet apa sih dari belain satu merk? (Kecuali memang situ sales merk tertentu ya)
Ga cukup Siemens, Nokia, dll untuk buktiin?
posted from Bloggeroid
Thursday, 19 February 2015
Perjumpaan singkat dengan Lumia 535
Pada hari ini saya memperoleh kesempatan untuk berjumpa secara singkat dengan satu seri ponsel Windowsphone yaitu Microsoft Lumia 535. Jujur saja sebenarnya sudah agak lama saya ingin beranjak dari android ke windowsphone. Karena itu ketika ada kesempatan untuk menjajalnya saya sangat bersemangat.
Yang saya harapkan dari windowsphone bila dibanding dengan android adalah kesan ringan dalam menjalankan aneka aplikasi.
Saat pertama menyalakan ponsel lumia 535 baru ponsel akan otomatis malakukan instalasi entah setting atau mungkin aplikasi bawaan. Yang jelas kita harus menunggu proses instalasi itu karena prosesnya tidak bisa diganggu gugat. Lalu masuk ke proses sign in akun microsoft juga entah kenapa sulit sekali, berkali-kali gagal di tengah jalan. Tampaknya proses sign in pertama kali membutuhkan koneksi internet yang benar-benar lancar. Di sini saya mulai berpikir apa bedanya menggunakan android dengan windowsphone, tetap saja rakus koneksi dan kuota data. Padahal tampilan user interface di windowsphone relatif sangat sederhana.
Oh ya, sebenarnya tampilan UI-nya yang sederhana ini juga adalah salah satu daya tarik lain bagi saya untuk menggunakan windowsphone. Tapi setelah beberapa saat menggunakan entah kenapa saya merasa amat sangat bosan dengan keminimalisan UI ponsel Lumia 535 ini.
Lumia 535 ini sudah preinstalled dengan aneka aplikasi yang sedang tren saat ini seperti Path, BBM, Facebook dan lain sebagainya. Jadi untuk pengguna yang maniak jejaring sosial pun akan terbantu karena tak perlu menginstal banyak lagi aplikasi terutama untuk kebutuhan media sosial.
Secara performa Lumia 535 tidak bisa dibilang smooth dalam menjelajahi menu, peralihan antar menu dan sub menu kadang ada jeda sepersekian detik yang memberi kesan patah-patah. Ini diperparah dengan ada semacam kesan kesat pada permukaan layarnya saat disentuh. Jujur bila melihat bandrol harga yang ditawarkan ada banyak ponsel android di luar sana yang performanya lebih smooth dengan harga sama atau bahkan lebih murah.
Satu hal positif yang saya ingat dari ponsel ini adalah kamera belakangnya yang nenghasilkan foto yang relatif baik. Dari sisi baterai Lumia 535 ini juga cukup lumayan dengan kapasitas 1900 mAh.
Yang jelas setelah mencoba ponsel ini saya jadi berpikir agaknya beralih ke ponsel ber-OS windowsphone saat ini belumlah waktu yang tepat bagi saya.
Yang saya harapkan dari windowsphone bila dibanding dengan android adalah kesan ringan dalam menjalankan aneka aplikasi.
Saat pertama menyalakan ponsel lumia 535 baru ponsel akan otomatis malakukan instalasi entah setting atau mungkin aplikasi bawaan. Yang jelas kita harus menunggu proses instalasi itu karena prosesnya tidak bisa diganggu gugat. Lalu masuk ke proses sign in akun microsoft juga entah kenapa sulit sekali, berkali-kali gagal di tengah jalan. Tampaknya proses sign in pertama kali membutuhkan koneksi internet yang benar-benar lancar. Di sini saya mulai berpikir apa bedanya menggunakan android dengan windowsphone, tetap saja rakus koneksi dan kuota data. Padahal tampilan user interface di windowsphone relatif sangat sederhana.
Oh ya, sebenarnya tampilan UI-nya yang sederhana ini juga adalah salah satu daya tarik lain bagi saya untuk menggunakan windowsphone. Tapi setelah beberapa saat menggunakan entah kenapa saya merasa amat sangat bosan dengan keminimalisan UI ponsel Lumia 535 ini.
Lumia 535 ini sudah preinstalled dengan aneka aplikasi yang sedang tren saat ini seperti Path, BBM, Facebook dan lain sebagainya. Jadi untuk pengguna yang maniak jejaring sosial pun akan terbantu karena tak perlu menginstal banyak lagi aplikasi terutama untuk kebutuhan media sosial.
Secara performa Lumia 535 tidak bisa dibilang smooth dalam menjelajahi menu, peralihan antar menu dan sub menu kadang ada jeda sepersekian detik yang memberi kesan patah-patah. Ini diperparah dengan ada semacam kesan kesat pada permukaan layarnya saat disentuh. Jujur bila melihat bandrol harga yang ditawarkan ada banyak ponsel android di luar sana yang performanya lebih smooth dengan harga sama atau bahkan lebih murah.
Satu hal positif yang saya ingat dari ponsel ini adalah kamera belakangnya yang nenghasilkan foto yang relatif baik. Dari sisi baterai Lumia 535 ini juga cukup lumayan dengan kapasitas 1900 mAh.
Yang jelas setelah mencoba ponsel ini saya jadi berpikir agaknya beralih ke ponsel ber-OS windowsphone saat ini belumlah waktu yang tepat bagi saya.
posted from Bloggeroid
Wednesday, 18 February 2015
I'm moving 😁
I'm moving my old blog aito.wordpress.com which talked about cellphones and stuff into this blog aitody.blogspot.com.
I don't know why but it seemed kinda getting heavier to open wordpress from my mobilephones, even with the help of the dedicated app. I have had this blogger site for a while but never really used it properly so I've decided to give it a try here.
Thank you for your support and attention, dear readers :)
I don't know why but it seemed kinda getting heavier to open wordpress from my mobilephones, even with the help of the dedicated app. I have had this blogger site for a while but never really used it properly so I've decided to give it a try here.
Thank you for your support and attention, dear readers :)
posted from Bloggeroid
Mobile blogging with Bloggeroid
Setelah sukses memindahkan postingan-postingan lama dari wordpress ke blogger, langkah berikut yang harus dilakukan adalah memilih dedicated app yang sesuai agar bisa mengelola blog dari ponsel saya.
Kali ini saya mencoba Bloggeroid. Dari ulasan-ulasan pengguna di Playstore sepertinya app ini lebih bagus dari app official Blogger. Dari ukuran installer-nya juga lebih kecil.
Saat pertama melihat tampilan app Bloggeroid ini saya agak terkejut. Minimalis sekali. Di awal langsung disuguhkan editor dengan pilihan publish di pojok atas. Tampilan editor-nya sepertinya lebih cocok untuk orang yang mengerti script html daripada yang cuma bisa asal ngetik seperti saya. Untuk mengedit dan melihat postingan lama kita harus membuka dari menu.
Tapi memang untuk mengunggah satu post sepertinya Bloggeroid ini cukup enteng dan gegas, terutama dibanding app official Blogger untuk android. App official Blogger secara tampilan memang lebih enak dilihat dan terkesan lebih mudah dipahami, namun saya beberapa kali postingan saya seperti 'terjebak' dalam kondisi 'saving' dan tak bisa lagi diedit apalagi dipublish. Tampilan saat melihat postingan di Bloggeroid ini juga lebih kronologis daripada app official Blogger yang menampilkn postingan sesuai waktu terakhir edit, bukan dengan urutan publish pertama kali. Sepertinya saya setuju dengan ulasan para pengguna lain di playstore, Bloggeroid ini lebih bagus daripada app official Blogger untuk android.
Kali ini saya mencoba Bloggeroid. Dari ulasan-ulasan pengguna di Playstore sepertinya app ini lebih bagus dari app official Blogger. Dari ukuran installer-nya juga lebih kecil.
Saat pertama melihat tampilan app Bloggeroid ini saya agak terkejut. Minimalis sekali. Di awal langsung disuguhkan editor dengan pilihan publish di pojok atas. Tampilan editor-nya sepertinya lebih cocok untuk orang yang mengerti script html daripada yang cuma bisa asal ngetik seperti saya. Untuk mengedit dan melihat postingan lama kita harus membuka dari menu.
Tapi memang untuk mengunggah satu post sepertinya Bloggeroid ini cukup enteng dan gegas, terutama dibanding app official Blogger untuk android. App official Blogger secara tampilan memang lebih enak dilihat dan terkesan lebih mudah dipahami, namun saya beberapa kali postingan saya seperti 'terjebak' dalam kondisi 'saving' dan tak bisa lagi diedit apalagi dipublish. Tampilan saat melihat postingan di Bloggeroid ini juga lebih kronologis daripada app official Blogger yang menampilkn postingan sesuai waktu terakhir edit, bukan dengan urutan publish pertama kali. Sepertinya saya setuju dengan ulasan para pengguna lain di playstore, Bloggeroid ini lebih bagus daripada app official Blogger untuk android.
posted from Bloggeroid
Friday, 6 February 2015
Personalisasi android dengan Arikui Launcher
Subscribe to:
Posts (Atom)