Ini dia sang raja ponsel nokia. (paling nggak dari gedenya, hehehe). Dari material pembentuknya terkesan solid dan keset, nggak licin saat dipegang. Keyboard qwerty nya tidak senyaman yang saya bayangkan. Sudah gitu harus menekan tombol2 yang ada di samping-samping layar internal.
Sementara soal layar, layar luarnya saja sebesar layar nokia 6120c ku. Apalagi layar dalamnya yang luas sekali. Tapi melihat dalemannya (firmware dan menu-menunya), rasanya nggak begitu terkesan. Nggak terlalu jauh dengan dengan 6120c. Paling berbeda di kelengkapan aplikasi bawaan. Bagaimanapun OS-nya sama juga symbian 3rd edition gitu loh. Itupun kebanyakan masih bisa diakali dengan menginstal sendiri, kecuali aplikasi yang berhubungan dengan kelengkapan hardware. Kelebihan yang menonjol selain keyboard qwerty yaitu camera 3,2mp-nya, lalu adanya wifi, lalu gps built in. Kualitas material sudah pasti superior, tapi toh tidak semua orang membutuhkan yang seperti itu. Kebanyakan tidak. Dari pengalaman pribadi dengan orang-orang yang menggunakan nokia ber-OS symbian, sebagian besar tidak tahu (atau tidak mau? tidak peduli?) bahwa ponselnya bisa dinstal aplikasi. Kebanyakan tidak tahu apa bedanya yang berbasis symbian atau java. Lalu apa gunanya menggunakan smartphone? Semua orang punya alasan sendiri. Tapi saya kira pembaca sudah bisa menebak kira-kira apa yang ada di benak orang-orang yang bahkan tak tahu tentang operating system itu.